BINUS Online

Mau Jago Berkomunikasi? Ini 7 Tips Jadi Komunikator yang Efektif

Menjalani kuliah online sembari bekerja membawa kamu pada berbagai kesempatan belajar. Salah satunya, bagaimana mengasah keterampilan berkomunikasi yang efektif. Meski berkomunikasi biasa kamu lakukan sehari-hari, nyatanya untuk menjadi komunikator andal tetap butuh latihan.

Namun, komunikator andal lebih dari sekadar jago menyampaikan isi pikiran dan berpendapat. Kamu juga perlu memadukan keterampilan berbicara ini dengan sikap lain, seperti empati, rendah hati, kemauan mendengarkan, hingga rasa percaya diri. 

Kabar baiknya, semua bisa dilatih. Yuk, simak apa saja tips menjadi komunikator yang efektif berikut ini. 

Latih artikulasi atau cara pengucapan

Meski terdengar sepele, ternyata artikulasi yang jelas menentukan mudah tidaknya orang lain memahami ucapanmu. Begitu pula nada suara dan kecepatan bicara. Kamu bisa mengukur sendiri kejelasan artikulasi dengan merekam suaramu saat membaca suatu cerita. Dengarkan, evaluasi, dan latih lagi cara pengucapanmu sampai terdengar jelas.

Belajar mendeskripsikan sesuatu dengan rinci

Berikutnya, coba biasakan diri mendeskripsikan sesuatu secara detail. Cara ini ampuh untuk memastikan orang lain mengerti apa yang kamu maksud. Contoh, kamu dan teman sedang berbagi tugas kelompok. Agar masing-masing mengerjakan tugas dengan tepat, jelaskan dengan rinci tugas yang dipegang, seperti halaman dan bab mana yang akan dikerjakan.

Lakukan kontak mata dengan lawan bicara

Mata tidak bisa berbohong, ungkapan ini benar adanya lho. Ketika kamu berbincang dengan orang lain, lakukan kontak mata untuk melihat keselarasan antara perilaku dan perasaannya. Namun, lakukan dengan nyaman agar caramu menatap tidak menakuti lawan bicara. Melakukan kontak mata juga menunjukkan kamu menghargai, menghormati, dan terhubung dengan mereka selama bercakap-cakap.

Mendengarkan secara aktif

Berkomunikasi punya dua sisi, yaitu keberanian mengutarakan isi pikiran dan kemauan untuk mendengarkan perkataan orang lain. Nah, mendengarkan secara aktif ini yang relatif sulit karena kamu benar-benar harus menunggu lawan bicara selesai bicara agar dapat memperoleh informasi komplit. Lalu, ulangi apa yang mereka sampaikan untuk menunjukkan kamu paham maksudnya, baru beri respons yang sesuai. 

Tunjukkan sikap empati

Berempati tidak melulu ditampilkan lewat upaya memahami perasaan dan sudut pandang lawan bicara. Sikap empati juga bisa terwakili saat kamu berusaha membuat lawan bicara merasa nyaman. Misalnya, seorang pembicara yang cakap akan membuat audiens merasa nyaman lebih dahulu lewat ice breaking atau cerita lucu. Setelah berhasil menarik perhatian mereka, barulah materi disampaikan karena audiens sudah siap dan hadir secara penuh.

Bertanya lebih baik daripada berasumsi

Suatu informasi yang sama bisa dipersepsikan dan dipahami berbeda oleh setiap orang. Semua karena perbedaan pengalaman dan pola pikir yang dimiliki. Wajar kok jika kamu punya penilaian tertentu atas opini orang lain. Namun, jangan jadikan asumsi itu sebagai pesan final yang disampaikan lawan bicara. Jika ada yang belum jelas, tanyakan saja. Jadi, kamu bisa memahami apa latar pendapat tersebut berikut mengenali situasi yang dihadapi lawan bicara. 

Perhatikan bahasa tubuh saat berbicara

Selain menjaga kontak mata, kamu juga perlu memperhatikan bahasa tubuhmu saat tengah berbicara dengan orang lain. Ketika kamu menampilkan bahasa tubuh yang positif, orang lain bisa melihat kamu tertarik pada pembicaraan ini dan menganggap informasi tersebut penting. Maka, cermati lagi bagaimana kamu berdiri/duduk, menjaga personal space, dan apakah posisimu berada pada level sama dengan lawan bicara.

Ketujuh tips menjadi komunikator yang efektif di atas cukup mudah dilakukan asal kamu rajin berlatih. 

Ingatlah bahwa seorang komunikator andal lahir berkat latihan yang konsisten, bukan karena bakat semata. Oleh karena itu, kamu bisa membiasakan diri berkomunikasi efektif saat mengikuti kuliah online di BINUS ONLINE LEARNING.

Aktif terlibat dalam diskusi dan mengajukan diri presentasi tugas lebih dahulu adalah sebagian latihan yang bisa kamu coba. Jadi, siap menantang diri dengan mengembangkan keterampilan berkomunikasi di BINUS ONLINE LEARNING?

Whatsapp