Peluang Pengembangan Digitalisasi Bisnis di Indonesia, Banyak Manfaatnya!Pic by Freepik

Digitalisasi dalam bisnis memberikan manfaat nyata di Indonesia. Hal ini mendorong munculnya banyak bisnis serta startup baru yang berkembang pesat.

Perkembangan teknologi memberikan manfaat dalam segala aspek, termasuk sektor bisnis. Sebagai bukti, kamu bisa menemukan berbagai bisnis dan startup yang muncul serta berkembang pesat berkat teknologi. Beberapa di antaranya adalah Tokopedia, Gojek, Grab, maupun Traveloka. 

Eko Heru Prasetyo, Ph.D, Asisten Profesor Department of Industrial Engineering and Economics Tokyo Institute of Technology membagikan penelitiannya terkait manfaat digitalisasi dalam sektor bisnis di Indonesia bersama para Binusian. 

Dalam paparannya, Eko Heru menyebutkan kalau digitalisasi merupakan proses pemanfaatan teknologi digital dalam rangka meningkatkan penggunaan teknologi secara luas. Dalam penelitiannya, Eko Heru berusaha untuk mencari tahu bagaimana dampak digitalisasi terhadap bisnis di Indonesia.

Dalam penelitiannya, Eko Heru menemukan adanya empat aspek penting berkaitan dengan pemanfaatan digitalisasi dalam bisnis di Indonesia, yakni: 

1. Standardisasi

Digitalisasi bisnis di Indonesia mendorong adanya standardisasi. Penerapan standar membuat kualitas produk yang ditawarkan jauh lebih baik dibandingkan dengan produk serupa yang dijual secara tradisional. Alhasil, pelaku usaha bisa menjual produk tersebut dengan harga yang lebih tinggi. 

Keberadaan standardisasi sebagai bagian dari digitalisasi bisnis tersebut membuat aktivitas jual beli  tradisional menjadi lebih tertata. Konsumen pun bisa mendapatkan jaminan produk yang lebih berkualitas. Selain itu, komunikasi bisnis dapat berjalan secara lebih efektif.

2. Community Reorganization

Manfaat digitalisasi bisnis juga dapat dirasakan oleh para pelaku usaha kecil dan perorangan yang menjalankan bisnisnya dengan modal sangat terbatas. Digitalisasi bisnis mendorong mereka untuk membentuk komunitas dan mendapatkan manfaat dari penggunaan teknologi. 

Dengan begitu, mereka dapat menjalankan usahanya secara lebih terorganisasi dan rapi. Tidak hanya itu, platform bisnis juga kerap mengadakan event atau seminar bagi para pelaku usaha kecil tersebut. Tujuannya adalah untuk mendorong pengetahuan mereka sehingga bisa menjalankan bisnis secara lebih efektif dan efisien.

3. Non-employee Co-creation

Selanjutnya, ada non-employee co-creation. Di sini, digitalisasi bisnis mendorong pelaku usaha informal tingkat pengetahuan teknologinya sudah cukup baik. Hanya saja, mereka mempunyai keraguan untuk memanfaatkan teknologi dalam operasional bisnisnya. 

Pihak platform berperan dalam merekrut mereka dengan status non-employee. Mereka bertanggung jawab untuk membantu pelaku usaha dalam mengelola suplai barang. Keberadaannya pun dapat berperan sebagai jembatan penghubung yang bisa dilakukan tanpa perlu keterampilan yang kompleks.

4. Tool-based Collaboration

Terakhir, Eko Heru menjelaskan adanya tool-based collaboration. Salah satu contohnya adalah aplikasi Qasir. Keberadaannya memberi kemudahan dalam pengelolaan bisnis oleh para pelaku usaha informal. Mereka pun dapat menjalankannya dengan mudah tanpa perlu memahami konsep yang ditawarkan. 

Kunci dalam Pemanfaatan Digitalisasi Bisnis

Selanjutnya, Eko Heru menjelaskan ada tiga tantangan yang menjadi hambatan dalam proses digitalisasi bisnis di Indonesia, yakni:

1. Tingkat Pengetahuan yang Rendah

Para pelaku usaha kecil dan perorangan rata-rata memiliki tingkat pengetahuan tentang teknologi yang masih sangat rendah. Oleh karena itu, perlu adanya upaya ekstra dalam mendorong pengetahuan tersebut. Upaya bisa dilakukan dengan berbagai cara, termasuk di antaranya adalah dengan kolaborasi. 

2. Keengganan Memanfaatkan Teknologi

Tantangan selanjutnya adalah resistansi dalam menggunakan teknologi baru. Solusi yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan edukasi teknologi kepada para pelaku usaha kecil dan perorangan. Selain itu, ada pula upaya lain dengan menyediakan teknologi sederhana yang sesuai dengan kebutuhan mereka. 

3. Data

Aspek terakhir adalah data terkait para pelaku usaha yang masih sangat minim. Namun, hal ini bisa diselesaikan dengan adanya kolaborasi dengan pemerintah daerah setempat.

Secara keseluruhan, digitalisasi bisnis menjadi kebutuhan penting dalam mendorong kemajuan usaha para pelaku usaha kecil dan perorangan di Indonesia. Kehadirannya bisa mendorong mereka untuk mengakses segmen pasar yang lebih luas dan menjalankan usahanya secara lebih profesional.