{"id":154,"date":"2024-07-24T00:10:46","date_gmt":"2024-07-24T00:10:46","guid":{"rendered":"https:\/\/online.binus.ac.id\/accounting\/?p=154"},"modified":"2024-07-24T06:12:10","modified_gmt":"2024-07-24T06:12:10","slug":"pmk-66-tahun-2023","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/online.binus.ac.id\/accounting\/2024\/07\/24\/pmk-66-tahun-2023\/","title":{"rendered":"PMK 66 Tahun 2023"},"content":{"rendered":"<p><strong>PMK 66 Tahun 2023<\/strong><\/p>\n<p><strong>PPh atas Natura dan\/atau Kenikmatan<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Berkaitan dengan diterbitkannya PMK 66 Tahun 2023, oleh Kementerian Keuangan Republik Indonesia, terdapat beberapa perubahan ketentuan mengenai Biaya yang Tidak Dapat Dikurangkan, yakni perlakuan atas Natura dan\/atau Kenikmatan. Berikut beberapa perbedaan perlakuan pajak atas Natura dan\/atau Kenikmatan :<\/p>\n<p>UU PPh (UU 26\/2008) vs UU HPP (Harmonisasi Peraturan Perpajakan) (UU 7\/2021)<\/p>\n<ol>\n<li><strong>UU PPh (UU 26\/2008)<\/strong> \u00e0 Biaya natura\/kenikmatan tidak dapat dikurangkan bagi pemberi kerja, dan bukan objek PPh bagi penerima<\/li>\n<\/ol>\n<p><strong>UU HPP<\/strong> \u00e0 Natura\/kenikmatan dapat dibiayakan sepanjang terkait dengan kegiatan untuk mendapatkan, menagih, dan memelihara penghasilan bagi pemberi kerja, dan merupakan objek PPh bagi pegawai\/penerima.<\/p>\n<ol>\n<li><strong>UU PPh (UU 26\/2008)<\/strong> \u00e0 Biaya natura\/kenikmatan yang dapat dikurangkan bagi pemberi kerja, dan bukan objek PPh bagi penerima adalah sebatas :<\/li>\n<\/ol>\n<ul>\n<li>Penyediaan makan\/minum bagi seluruh pegawai;<\/li>\n<li>Natura\/kenikmatan di daerah tertentu, dan yang berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan.<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>UU HPP <\/strong>\u00e0 Natura dan\/atau kenikmatan yang bukan objek PPh bagi penerima adalah :<\/p>\n<ul>\n<li>Penyediaan makanan\/minuman\/bahan makanan\/bahan minuman bagi seluruh pegawai;<\/li>\n<li>Natura dan\/atau kenikmatan di daerah tertentu;<\/li>\n<li>Natura dan\/atau kenikmatan karena keharusan pekerjaan<\/li>\n<li>Natura dan\/atau kenikmatan yang bersumber atau dibiayai oleh APBN\/APBD\/APB Desa;<\/li>\n<li>Natura dan\/atau kenikmatan dengan jenis dan\/atau batasan tertentu.<\/li>\n<\/ul>\n<ol>\n<li><strong>UU PPh (UU 26\/2008)<\/strong> \u00e0 Natura\/kenikmatan yang diberikan oleh bukan Wajib Pajak, atau Wajib Pajak yang dikenai PPh Final merupakan objek PPh bagi penerima.<\/li>\n<\/ol>\n<p><strong>UU HPP <\/strong>\u00e0 Ketentuan lebih lanjut diatur dengan Peraturan Pemerintah, tepatnya PP-55 Tahun 2022.<\/p>\n<p>Kronologis dari dasar hukum yang menjadi pegangan dalam mengimplementasikan dari UU HPP tahun 2021, yang mendasari terbitnya PP 55\/2022, hingga melahirkan PMK 66 Tahun 2023, dapat dilihat pada bagan dibawah ini :<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-155 aligncenter\" src=\"https:\/\/online.binus.ac.id\/accounting\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2024\/07\/artikel-tax-1-300x146.jpg\" alt=\"\" width=\"637\" height=\"310\" srcset=\"https:\/\/online.binus.ac.id\/accounting\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2024\/07\/artikel-tax-1-300x146.jpg 300w, https:\/\/online.binus.ac.id\/accounting\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2024\/07\/artikel-tax-1-768x374.jpg 768w, https:\/\/online.binus.ac.id\/accounting\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2024\/07\/artikel-tax-1-480x234.jpg 480w, https:\/\/online.binus.ac.id\/accounting\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2024\/07\/artikel-tax-1.jpg 940w\" sizes=\"auto, (max-width: 637px) 100vw, 637px\" \/><\/p>\n<p>Adapun yang menjadi inti dari kebijakan diterbitkannya PMK 66 Tahun 2023, adalah dimana natura dan\/atau kenikmatan dapat dibiayakan sepanjang berhubungan dengan kegiatan untuk mendapatkan, memelihara, dan menagih penghasilan. Natura dan\/atau kenikmatan menjadi objek PPh bagi penerima dengan pengecualian. Natura dan\/atau kenikmatan yang dikecualikan dari objek PPh, <strong>secara garis besar<\/strong> meliputi:<\/p>\n<ol>\n<li><strong>Makanan, minuman, dan bahan<\/strong> makanan minuman bagi seluruh pegawai;<\/li>\n<li>Disediakan di <strong>daerah tertentu<\/strong>;<\/li>\n<li><strong>Harus disediakan<\/strong> oleh pemberi kerja dalam rangka pelaksanaan pekerjaan;<\/li>\n<li><strong>Bersumber dari APBN\/APBD\/APBDes; <\/strong>atau<\/li>\n<li><strong>Jenis dan\/atau batasan tertentu<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Untuk jenis dan batasan natura dan\/atau kenikmatan yang dikecualikan dari objek PPh, sangat mempertimbangkan kepantasan, dengan tujuan mendorong perusahaan\/pemberi kerja untuk meningkatkan kesejahteraan pegawai, dengan cara memberikan berbagai fasilitas, dan dapat membebankan biaya fasilitas tersebut.<\/p>\n<p>Untuk saat\/waktu pemberlakuan PMK 66 tahun 2023 tersebut adalah sebagai berikut:<\/p>\n<ol>\n<li>Natura dan\/atau kenikmatan diberikan selama <strong>tahun 2022<\/strong>, dikecualikan dari objek PPh;<\/li>\n<li>Pemotongan PPh oleh pemberi kerja dilakukan untuk pemberian natura dan\/atau kenikmatan <strong>mulai 1 Juli 2023<\/strong>;<\/li>\n<li>Natura dan\/atau kenikmatan yang diterima selama <strong>1 Januari 2023<\/strong> sampai dengan <strong>30 Juni 2023<\/strong> yang belum dipotong PPh, wajib dihitung dan dibayarkan PPh terutangnya, serta dilaporkan dalam SPT PPh oleh pihak penerima.<\/li>\n<\/ol>\n<p>Untuk lebih detailnya mengenai jenis natura dan\/atau kenikmatan yang berdasarkan PMK 66 Tahun 2023 dikecualikan dari objek PPh adalah:<\/p>\n<ol start=\"6\">\n<li><strong>Makanan\/minuman<\/strong> yang disediakan di tempat kerja <strong>bagi seluruh pegawai<\/strong>;<\/li>\n<li><strong>Kupon makanan\/minuman bagi pegawai bagian dinas luar<\/strong>, termasuk reimbursement biaya makanan\/minuman, dikecualikan dari objek PPh <strong>maksimal sebesar Rp.2.000.000<\/strong>,- <strong>per pegawai, perbulan<\/strong>, atau senilai yang disediakan di tempat kerja (dipilih mana yang lebih tinggi);<\/li>\n<li>Fasilitas di <strong>Daerah Tertentu<\/strong>, berupa:<\/li>\n<li>Tempat tinggal, termasuk perumahan;<\/li>\n<li>Pelayanan kesehatan;<\/li>\n<li>Pendidikan;<\/li>\n<li>Peribadatan;<\/li>\n<li>Pengangkutan;<\/li>\n<li>Olahraga (tidak termasuk golf, balap perahu bermotor, pacuan kuda, terbang layang, dan olahraga otomotif)<\/li>\n<li>Natura\/kenikmatan harus disediakan pemberi kerja terkait standar <strong>keamanan, kesehatan, dan keselamatan<\/strong>, <strong>meliputi<\/strong>:<\/li>\n<li>Pakaian seragam, antara lain seragam satpam, seragam pegawai produksi;<\/li>\n<li>Peralatan keselamatan kerja;<\/li>\n<li>Antar jemput pegawai;<\/li>\n<li>Penginapan awak kapal\/pesawat\/sejenisnya;<\/li>\n<li>Natura dan\/atau kenikmatan sehubungan dengan penanganan pandemi (vaksin, tes pendeteksi Covid-19)<\/li>\n<li><strong>Bingkisan<\/strong> dari pemberi kerja, antara lain berbentuk bahan makanan, bahan minuman, makanan dan\/atau minuman dalam rangka hari besar keagamaan, meliputi <strong>Hari Raya Idul Fitri, Hari Raya Natal, Hari Raya Nyepi, Hari Raya Waisak, <\/strong>atau<strong> Tahun Baru Imlek <\/strong>yang <strong>diterima\/diperoleh seluruh pegawai<\/strong>;<\/li>\n<li><strong>Bingkisan<\/strong> dari pemberi kerja yang diberikan <strong>selain dalam rangka hari raya keagamaan<\/strong> sebagaimana dimaksud pada point diatas, dengan syarat:<\/li>\n<li>Diterima atau <strong>diperoleh pegawai<\/strong>; dan<\/li>\n<li>Secara keseluruhan bernilai <strong>maksimal sebesar Rp.3.000.000 per pegawai per tahun pajak<\/strong>.<\/li>\n<li><strong>Peralatan dan fasilitas kerja<\/strong> yang diberikan pemberi kerja kepada pegawai <strong>untuk pelaksanaan pekerjaan<\/strong>, antara lain komputer, laptop, atau ponsel beserta penunjangnya, seperti pulsa dan sambungan internet, dengan syarat:<\/li>\n<li>Diterima atau <strong>diperoleh pegawai<\/strong>; dan<\/li>\n<li><strong>Menunjang pekerjaan<\/strong><\/li>\n<li>Fasilitas<strong> pelayanan kesehatan dan pengobatan<\/strong> dari pemberi kerja, dengan syarat:<\/li>\n<li>Diterima atau <strong>diperoleh seluruh pegawai<\/strong>, dan<\/li>\n<li>Diberikan dalam rangka <strong>penanganan<\/strong>:<\/li>\n<\/ol>\n<ul>\n<li>Kecelakaan kerja;<\/li>\n<li>Penyakit akibat kerja;<\/li>\n<li>Kedaruratan penyelamatan jiwa; atau<\/li>\n<li>Pengobatan lanjutan sebagai akibat kecelakaan kerja, dan penyakit akibat kerja.<\/li>\n<\/ul>\n<ol start=\"9\">\n<li>Fasilitas<strong> olahraga<\/strong> dari pemberi kerja, selain fasilitas olahraga golf, pacuan kuda, balap perahu bermotor, terbang layang, dan\/atau olahraga otomotif, dengan syarat:<\/li>\n<li>Diterima atau <strong>diperoleh pegawai<\/strong>; dan<\/li>\n<li>Secara keseluruhan bernilai <strong>maksimal Rp.1.500.000,- per pegawai per tahun pajak<\/strong><\/li>\n<li>Fasilitas <strong>tempat tinggal<\/strong> dari pemberi kerja <strong>yang bersifat komunal <\/strong>(dimanfaatkan bersama-sama), antara lain: mess, asrama, pondokan atau barak, yang diterima atau diperoleh pegawai;<\/li>\n<li>Fasilitas <strong>tempat tinggal<\/strong> dari pemberi kerja <strong>yang hak pemanfaatannya dipegang oleh perorangan<\/strong> (individual), antara lain apartemen atau rumah tapak, dengan syarat:<\/li>\n<li>Diterima atau <strong>diperoleh pegawai<\/strong>; dan<\/li>\n<li>Secara keseluruhan bernilai <strong>maksimal Rp.2.000.000,- per pegawai per bulan<\/strong>.<\/li>\n<li>Fasilitas <strong>kendaraan<\/strong> dari pemberi kerja, dengan syarat diterima atau diperoleh pegawai yang:<\/li>\n<li><strong>Tidak memiliki penyertaan modal pada pemberi kerja<\/strong>; dan<\/li>\n<li>Memiliki rata-rata <strong>penghasilan bruto selama 12 bulan terakhir sampai dengan Rp.100.000.000,-<\/strong> per pegawai per bulan dari pemberi kerja.<\/li>\n<li>Fasilitas <strong>iuran kepada dana pensiun<\/strong> yang pendiriannya telah disahkan oleh Otoritas Jasa Keuangan yang ditanggung oleh pemberi kerja, yang diterima atau diperoleh pegawai.<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PMK 66 Tahun 2023 PPh atas Natura dan\/atau Kenikmatan &nbsp; Berkaitan dengan diterbitkannya PMK 66 Tahun 2023, oleh Kementerian Keuangan Republik Indonesia, terdapat beberapa perubahan ketentuan mengenai Biaya yang Tidak Dapat Dikurangkan, yakni perlakuan atas Natura dan\/atau Kenikmatan. Berikut beberapa perbedaan perlakuan pajak atas Natura dan\/atau Kenikmatan : UU PPh (UU 26\/2008) vs UU HPP [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":701,"featured_media":174,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-154","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-article"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/online.binus.ac.id\/accounting\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/154","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/online.binus.ac.id\/accounting\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/online.binus.ac.id\/accounting\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/online.binus.ac.id\/accounting\/wp-json\/wp\/v2\/users\/701"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/online.binus.ac.id\/accounting\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=154"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/online.binus.ac.id\/accounting\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/154\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":156,"href":"https:\/\/online.binus.ac.id\/accounting\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/154\/revisions\/156"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/online.binus.ac.id\/accounting\/wp-json\/wp\/v2\/media\/174"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/online.binus.ac.id\/accounting\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=154"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/online.binus.ac.id\/accounting\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=154"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/online.binus.ac.id\/accounting\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=154"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}