{"id":1973,"date":"2026-02-09T08:13:34","date_gmt":"2026-02-09T08:13:34","guid":{"rendered":"https:\/\/online.binus.ac.id\/business-management\/?p=1973"},"modified":"2026-02-02T08:22:20","modified_gmt":"2026-02-02T08:22:20","slug":"optimalisasi-potensi-umkm-melalui-pendekatan-ergonomi-dan-design-thinking","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/online.binus.ac.id\/business-management\/2026\/02\/09\/optimalisasi-potensi-umkm-melalui-pendekatan-ergonomi-dan-design-thinking\/","title":{"rendered":"Optimalisasi Potensi UMKM melalui Pendekatan Ergonomi dan Design Thinking"},"content":{"rendered":"<p>Oleh : Christopher Joshua Leksana, S.M., M.M.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-1974 \" src=\"https:\/\/online.binus.ac.id\/business-management\/wp-content\/uploads\/sites\/6\/2026\/02\/1-1.jpg\" alt=\"\" width=\"405\" height=\"405\" srcset=\"https:\/\/online.binus.ac.id\/business-management\/wp-content\/uploads\/sites\/6\/2026\/02\/1-1.jpg 701w, https:\/\/online.binus.ac.id\/business-management\/wp-content\/uploads\/sites\/6\/2026\/02\/1-1-300x300.jpg 300w, https:\/\/online.binus.ac.id\/business-management\/wp-content\/uploads\/sites\/6\/2026\/02\/1-1-150x150.jpg 150w, https:\/\/online.binus.ac.id\/business-management\/wp-content\/uploads\/sites\/6\/2026\/02\/1-1-480x480.jpg 480w\" sizes=\"auto, (max-width: 405px) 100vw, 405px\" \/><\/p>\n<p>Jakarta, 21 Januari 2025 \u2014 BINUS Online Learning and Development kembali menyelenggarakan NATIONAL TALK BOLD Series, sebuah forum diskusi nasional yang menghadirkan akademisi dan praktisi untuk membahas isu strategis pembangunan ekonomi Indonesia. Pada edisi kali ini, tema yang diangkat adalah \u201cOptimalisasi Potensi UMKM\u201d, sebuah topik krusial mengingat peran UMKM sebagai tulang punggung perekonomian nasional. Webinar yang berlangsung pada Selasa, 21 Januari 2025, pukul 13.00\u201315.00 WIB ini diikuti oleh dosen, pelaku UMKM, serta mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia. Acara dibuka secara hangat oleh Master of Ceremony, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dan pengantar oleh moderator, Christopher Joshua Leksana, yang menekankan pentingnya inovasi, efisiensi, dan keberlanjutan dalam pengembangan UMKM di era persaingan global dan transformasi digital.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-1975 \" src=\"https:\/\/online.binus.ac.id\/business-management\/wp-content\/uploads\/sites\/6\/2026\/02\/2-markus.png\" alt=\"\" width=\"411\" height=\"214\" srcset=\"https:\/\/online.binus.ac.id\/business-management\/wp-content\/uploads\/sites\/6\/2026\/02\/2-markus.png 628w, https:\/\/online.binus.ac.id\/business-management\/wp-content\/uploads\/sites\/6\/2026\/02\/2-markus-300x156.png 300w, https:\/\/online.binus.ac.id\/business-management\/wp-content\/uploads\/sites\/6\/2026\/02\/2-markus-480x250.png 480w\" sizes=\"auto, (max-width: 411px) 100vw, 411px\" \/>Salah satu narasumber utama yang hadir adalah Prof. Ir. Markus Hartono, S.T., M.Sc., Ph.D., CHFP., CDTP., IPU., ASEAN Eng., GRI CSP, Guru Besar Program Studi Teknik Industri Universitas Surabaya. Prof. Markus dikenal luas sebagai akademisi dan konsultan dengan keahlian mendalam di bidang ergonomi, desain produk, manajemen kualitas, pengukuran kerja, dan proses bisnis, yang sangat relevan dalam penguatan daya saing UMKM. Melalui pengalaman riset dan keterlibatan aktif dalam berbagai proyek industri, Prof. Markus telah banyak berkontribusi dalam membantu pelaku usaha\u2014termasuk UMKM\u2014untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi operasional, kualitas layanan, serta merancang produk yang lebih sesuai dengan kebutuhan konsumen dan berorientasi keberlanjutan.<\/p>\n<p>Dalam paparannya yang berjudul \u201cTowards Sustainable Tourism: Ergonomics &amp; Design Thinking Approach\u201d, Prof. Markus Hartono menegaskan bahwa pengembangan pariwisata berkelanjutan tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan harus didasarkan pada pemahaman sistemik terhadap seluruh elemen yang saling terhubung di dalam ekosistem pariwisata. Pariwisata dipandang sebagai sebuah sistem yang kompleks dan dinamis, yang mencakup wisatawan sebagai pengguna utama, destinasi sebagai ruang pengalaman, sistem transportasi sebagai penghubung, pelaku usaha\u2014termasuk UMKM\u2014sebagai penyedia produk dan layanan, masyarakat lokal sebagai pemangku kepentingan sosial-budaya, serta lingkungan sebagai fondasi keberlanjutan jangka panjang. Setiap komponen dalam sistem ini saling memengaruhi, sehingga perubahan atau kelemahan pada satu bagian dapat berdampak langsung pada kualitas keseluruhan pengalaman wisata dan keberlangsungan usaha. Pendekatan ergonomi memiliki peran strategis untuk memastikan bahwa seluruh produk, layanan, dan sistem pariwisata dirancang secara human-centered, yakni selaras dengan kemampuan fisik, kognitif, dan psikologis manusia. Ergonomi tidak hanya berfokus pada aspek kenyamanan, tetapi juga mencakup keselamatan kerja, efisiensi proses, kemudahan penggunaan, serta pengurangan risiko kelelahan dan kesalahan, baik bagi wisatawan maupun bagi pelaku UMKM sebagai penyedia layanan. Bagi UMKM, penerapan prinsip ergonomi mampu meningkatkan produktivitas, kualitas layanan, dan konsistensi kinerja operasional, sekaligus menciptakan pengalaman wisata yang lebih positif, aman, dan bernilai tambah. Dengan demikian, ergonomi menjadi fondasi penting dalam membangun pariwisata yang tidak hanya kompetitif secara ekonomi, tetapi juga berkelanjutan secara sosial dan lingkungan.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-1981 size-full\" src=\"https:\/\/online.binus.ac.id\/business-management\/wp-content\/uploads\/sites\/6\/2026\/02\/1.1.png\" alt=\"\" width=\"298\" height=\"179\" \/><\/p>\n<p>Design thinking diperkenalkan sebagai pendekatan pemecahan masalah yang human-centered dan bersifat iteratif. Pendekatan ini menekankan pemahaman mendalam terhadap kebutuhan pengguna melalui lima tahapan utama, yaitu Empathize, Define, Ideate, Prototype, dan Test. Dengan cara ini, pelaku UMKM didorong untuk tidak hanya berfokus pada produk akhir, tetapi juga pada proses penciptaan nilai yang relevan, inovatif, dan adaptif terhadap perubahan pasar.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-1976 \" src=\"https:\/\/online.binus.ac.id\/business-management\/wp-content\/uploads\/sites\/6\/2026\/02\/3-markus-e1770020349518-300x213.png\" alt=\"\" width=\"358\" height=\"254\" srcset=\"https:\/\/online.binus.ac.id\/business-management\/wp-content\/uploads\/sites\/6\/2026\/02\/3-markus-e1770020349518-300x213.png 300w, https:\/\/online.binus.ac.id\/business-management\/wp-content\/uploads\/sites\/6\/2026\/02\/3-markus-e1770020349518-768x546.png 768w, https:\/\/online.binus.ac.id\/business-management\/wp-content\/uploads\/sites\/6\/2026\/02\/3-markus-e1770020349518-480x341.png 480w, https:\/\/online.binus.ac.id\/business-management\/wp-content\/uploads\/sites\/6\/2026\/02\/3-markus-e1770020349518.png 784w\" sizes=\"auto, (max-width: 358px) 100vw, 358px\" \/><\/p>\n<p>Prof. Markus menegaskan bahwa integrasi ergonomi dan design thinking merupakan pendekatan holistik untuk memahami permasalahan kompleks dalam pariwisata dan UMKM, dengan menyoroti keterkaitan antarbagian sistem, pola yang muncul, serta dampak jangka panjangnya. Pendekatan ini memungkinkan lahirnya solusi yang lebih efektif, berkelanjutan, dan berdaya saing. Dalam konteks UMKM sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, pendekatan ini dinilai sangat aplikatif. UMKM dapat memanfaatkannya untuk:<\/p>\n<ul>\n<li>Meningkatkan kualitas pengalaman wisata dan kepuasan pelanggan<\/li>\n<li>Mengembangkan produk dan layanan yang lebih inklusif dan berorientasi pengguna<\/li>\n<li>Mencapai efisiensi operasional tanpa mengorbankan kualitas<\/li>\n<li>Membangun ketahanan bisnis jangka panjang yang selaras dengan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan<\/li>\n<\/ul>\n<p>Beberapa contoh penerapan nyata yang disampaikan menunjukkan bagaimana UMKM dapat beradaptasi terhadap dinamika kebutuhan konsumen melalui inovasi berbasis empati dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan. Sesi diskusi dan tanya jawab berlangsung interaktif, mencerminkan tingginya antusiasme peserta terhadap topik yang dibahas. Pertanyaan yang muncul berfokus pada implementasi praktis ergonomi dan design thinking dalam skala UMKM, tantangan di lapangan, serta strategi keberlanjutan bisnis di tengah perubahan perilaku wisatawan. Moderator menyimpulkan bahwa pendekatan ergonomi dan design thinking merupakan strategi yang relevan, aplikatif, dan berkelanjutan dalam pengembangan pariwisata, khususnya bagi UMKM. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan kualitas pengalaman wisata, tetapi juga membantu pelaku usaha membangun efisiensi, nilai tambah, serta daya tahan bisnis dalam jangka panjang. Melalui kegiatan NATIONAL TALK BOLD Series ini, BION menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan UMKM Indonesia melalui edukasi, kolaborasi, dan pemikiran strategis berbasis keilmuan dan praktik industri.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh : Christopher Joshua Leksana, S.M., M.M. Jakarta, 21 Januari 2025 \u2014 BINUS Online Learning and Development kembali menyelenggarakan NATIONAL TALK BOLD Series, sebuah forum diskusi nasional yang menghadirkan akademisi dan praktisi untuk membahas isu strategis pembangunan ekonomi Indonesia. Pada edisi kali ini, tema yang diangkat adalah \u201cOptimalisasi Potensi UMKM\u201d, sebuah topik krusial mengingat peran [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":704,"featured_media":1974,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[23,22,17,19,97,96,28,18,52],"class_list":["post-1973","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-article","tag-kuliahmanajemen","tag-umkm","tag-binusonline","tag-business-management","tag-designthinking","tag-ergonomi","tag-kuliahfleksibelkariermeningkat","tag-kuliahonline","tag-sdgs"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/online.binus.ac.id\/business-management\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1973","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/online.binus.ac.id\/business-management\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/online.binus.ac.id\/business-management\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/online.binus.ac.id\/business-management\/wp-json\/wp\/v2\/users\/704"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/online.binus.ac.id\/business-management\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1973"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/online.binus.ac.id\/business-management\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1973\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1982,"href":"https:\/\/online.binus.ac.id\/business-management\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1973\/revisions\/1982"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/online.binus.ac.id\/business-management\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1974"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/online.binus.ac.id\/business-management\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1973"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/online.binus.ac.id\/business-management\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1973"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/online.binus.ac.id\/business-management\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1973"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}