Mengajar Zillenial: Gaya Baru di Dunia PJJ — Recap Live Virtual Podcast BiON
Pembelajaran jarak jauh (PJJ) membuat dunia pendidikan berubah lebih cepat dari yang kita bayangkan. Bukan hanya soal platform atau perangkat, tetapi soal cara berpikir bagaimana kelas online tetap terasa hidup, terarah, dan berkualitas. Di tengah perubahan ini, mahasiswa hari ini sering disebut zillenial (perpaduan karakter Gen Z dan Milennial) hadir dengan kebutuhan yang khas: mereka ingin pembelajaran yang jelas, relevan, interaktif, dan tetap manusiawi.

Topik tersebut menjadi inti pembahasan dalam Live Virtual Podcast BINUS Online Computer Science bertema “Mengajar Zillenial: Gaya Baru di Dunia PJJ” bersama Marta Diana, S.Tr.T., M.T., Tutor Computer Science BiON. Sesi ini mengajak audiens melihat PJJ dari perspektif pengajar muda yang adaptif dan kreatif, namun tetap berpegang pada standar akademik yang kuat.
Semangat Pengajar Generasi Baru: Muda, Adaptif, Kreatif
Salah satu pesan yang terasa kuat dari diskusi ini adalah semangat pengajar muda bukan hanya lebih dekat dengan teknologi, tetapi juga lebih responsif pada dinamika mahasiswa. Marta Diana merepresentasikan generasi pengajar yang memandang PJJ sebagai ruang untuk berinovasi, bukan sekadar “memindahkan kelas offline ke layar”.
Dalam konteks ini, kreativitas bukan berarti pembelajaran dibuat serba ringan atau serba hiburan. Kreativitas justru dipahami sebagai kemampuan merancang pengalaman belajar yang lebih efektif: materi lebih mudah dipahami, interaksi lebih terjaga, dan tujuan pembelajaran lebih jelas.
Menjadi Dosen Muda di Lingkungan PJJ: Tantangan yang Nyata
Pertanyaan yang mengawali diskusi adalah hal yang dekat dengan realita PJJ: bagaimana rasanya menjadi dosen muda di lingkungan pembelajaran online? Jawabannya tidak sesederhana “lebih mudah” atau “lebih sulit”. Ada peluang sekaligus tantangan.
Di satu sisi, dosen muda cenderung lebih familiar dengan budaya digital mulai dari ritme komunikasi online hingga cara mahasiswa mengonsumsi informasi. Namun, tantangan terbesarnya tetap sama: membangun engagement di ruang yang tidak mempertemukan orang secara fisik. PJJ dapat terasa “dingin” jika kelas berjalan satu arah, minim interaksi, dan hanya berpusat pada materi.
Karena itu, yang menjadi penentu bukan sekadar platform yang dipakai, tetapi bagaimana pengajar hadir secara konsisten, memberi arahan yang jelas, dan membangun suasana belajar yang membuat mahasiswa merasa tidak sendirian.
Strategi Agar Zillenial Tetap Engage
Diskusi kemudian masuk ke pertanyaan penting: apa pendekatan khas agar mahasiswa tetap engage? Zillenial cenderung cepat menangkap hal baru, tetapi juga cepat kehilangan fokus jika pembelajaran monoton atau terasa tidak relevan. Keterlibatan mereka biasanya meningkat ketika pembelajaran memiliki tiga unsur: jelas, kontekstual, dan interaktif.
Beberapa poin yang ditekankan dalam sesi ini:
- Interaksi kecil tapi konsisten
Engagement tidak harus menunggu sesi tanya jawab panjang di akhir kelas. Interaksi dapat dibangun lewat pemantik singkat, cek pemahaman, atau momen diskusi yang rutin. - Materi harus terasa “kepakai”
Zillenial sangat menghargai relevansi. Ketika materi dikaitkan dengan studi kasus atau konteks nyata, mereka lebih terdorong untuk aktif dan berpikir kritis. - Ruang aman untuk bertanya
Banyak mahasiswa paham sebagian, tetapi ragu untuk bersuara. Kelas online yang humanis membuat mereka merasa aman untuk salah dan mencoba lagi tanpa takut dinilai buruk.
Intinya, engagement bukan sekadar “ramai”, tetapi tanda bahwa mahasiswa benar-benar terlibat dalam proses belajar.
Tools Digital dan Metode Kreatif: Alat, Bukan Tujuan
Podcast ini juga membahas tools digital dan metode kreatif favorit dalam mengajar. Namun, ada penekanan yang penting: tools bukan tujuan. Tools hanya alat untuk membantu pembelajaran menjadi lebih jelas, lebih kolaboratif, dan lebih terstruktur.
PJJ yang efektif bukan berarti serba instan. Justru sering kali membutuhkan desain pembelajaran yang lebih rapi: dari pengantar materi, aktivitas belajar, latihan, hingga evaluasi. Kreativitas pengajar terlihat dari kemampuan menyusun alur yang tidak membingungkan, namun tetap menarik dan menantang.
Nilai yang Ditanamkan: Lebih dari Sekadar Materi
Di balik teknologi dan metode, pendidikan tetap tentang nilai. Dalam sesi ini, pembahasan mengarah pada nilai yang ingin ditanamkan kepada mahasiswa, terutama karena PJJ menuntut kemandirian lebih besar. Beberapa nilai yang ditekankan meliputi:
- Disiplin akademik (konsistensi, tanggung jawab, dan integritas)
- Kemandirian belajar (mampu mengatur ritme dan prioritas)
- Problem solving (membangun cara berpikir, bukan sekadar menghafal)
- Growth mindset (berkembang lewat proses dan umpan balik)
Nilai-nilai ini menjadikan PJJ tidak hanya “menyelesaikan kelas”, tetapi proses pembentukan kompetensi dan karakter akademik.
Masa Depan Pendidikan Online: Masa Kini yang Sedang Berjalan
Salah satu highlight yang kuat dari sesi ini adalah pesan bahwa kuliah online dan fleksibel bukan masa depan, tapi masa kini. Fokus utamanya bukan lagi perdebatan online versus offline, melainkan bagaimana memastikan pembelajaran online tetap kredibel, berkualitas, dan manusiawi.
Dalam konteks ini, BiON diposisikan bukan sebagai sekadar platform, tetapi ekosistem pembelajaran yang serius.
Rekaman lengkap podcast Eps.1 dapat diakses pada link berikut https://youtu.be/Z_enegtcxy8?si=7oFpDx-RMo_iUW5o
Penulis: Viga Laksa Hardjanto, S.Kom., M.Cs.
Comments :