Kuliah online sering dianggap membatasi ruang gerak mahasiswa. Padahal, pengalaman belajar di BINUS Online (BiOn) menunjukkan hal sebaliknya, fleksibilitas PJJ justru bisa menjadi pintu untuk tetap produktif, kolaboratif, dan memberi dampak nyata baik lewat penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat (PkM).

Hal ini menjadi benang merah dalam Virtual Podcast BINUS Online Computer Science bertema “Belajar, Meneliti, dan Mengabdi: Kontribusi Nyata Mahasiswa BiOn”
bersama Muhammad Rafiq Fajar dan Wulan Aprianingsih (Mahasiswa Computer Science BiON).

Sesi ini merangkum satu pesan utama: mahasiswa BiOn tidak hanya aktif belajar, tetapi juga berkontribusi nyata meski kuliah dilakukan secara online.

Mahasiswa BiOn PJJCS: Fleksibel, Tapi Tetap Serius

Pembahasan dibuka dengan pengalaman menjadi mahasiswa BiOn PJJCS (Computer Science dalam skema pembelajaran jarak jauh). Fleksibilitas memberi ruang untuk mengatur ritme belajar, namun tetap menuntut disiplin dan komitmen. Di sinilah poin pentingnya PJJ bukan “lebih mudah”, melainkan “lebih mandiri”.

Mahasiswa ditantang untuk konsisten, aktif mencari sumber belajar, dan membangun komunikasi yang efektif. Ketika ritme ini terbentuk, PJJ bisa menjadi lingkungan yang produktif bukan hanya untuk perkuliahan, tetapi juga untuk pengembangan diri dan kontribusi di luar kelas.

Kegiatan Mahasiswa BiOn: Bukan Sekadar Kelas dan Tugas

Salah satu highlight sesi ini adalah penekanan bahwa mahasiswa BiOn punya berbagai ruang aktivitas, termasuk yang berorientasi pada dampak:

  • Kegiatan penelitian (rangkaian proses riset: merumuskan masalah, mengumpulkan data, mengolah, hingga menyusun luaran).
  • Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) yang mendorong mahasiswa menerapkan pengetahuan untuk membantu komunitas.

Dari diskusi ini, terlihat jelas bahwa ekosistem BiOn membuka peluang untuk tetap aktif berorganisasi, berkolaborasi, dan berkarya meski mayoritas proses belajar dilakukan secara daring.

Riset di Lingkungan PJJ: Bisa, Asal Strateginya Tepat

Riset sering dianggap identik dengan akses laboratorium dan pertemuan intens. Namun pengalaman mahasiswa BiOn menunjukkan bahwa penelitian tetap bisa berjalan di lingkungan PJJ dengan strategi yang tepat.

Diskusi menyoroti beberapa titik krusial dalam riset virtual:

  • Merancang riset yang realistis dengan sumber daya yang tersedia.
  • Menguatkan koordinasi tim agar proses tidak tersendat.
  • Menyiasati tantangan akses data dan memastikan kualitas pengolahan data tetap terjaga.

Yang menarik, motivasi meneliti tidak selalu sekadar “kewajiban akademik”. Dalam sesi ini, riset juga dipandang sebagai upaya menjawab masalah nyata sebuah bentuk kontribusi yang bisa dimulai dari hal hal dekat di sekitar kita.

PkM Mahasiswa Online: Dari Layar Laptop, Tetap Bisa Berdampak

Selain riset, sesi ini menyoroti keterlibatan mahasiswa BiOn dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). PkM menjadi wadah bagi mahasiswa untuk membawa pengetahuan ke ruang yang lebih luas bukan hanya “paham konsep”, tetapi “memakai konsep untuk membantu”.

Diskusi mengangkat sisi personal dari PkM, yakni ada motivasi yang lahir dari panggilan hati dan keinginan memberi manfaat. PkM juga sering menjadi momen belajar yang sangat nyata, karena mahasiswa berhadapan dengan kebutuhan masyarakat, tantangan lapangan, dan tuntutan komunikasi yang jelas.

Kontribusi Mahasiswa BiOn untuk Masyarakat Digital Indonesia

Pada bagian penutup, diskusi mengarah pada harapan yang lebih besar, yakni bagaimana mahasiswa BiOn dapat berkontribusi terhadap pembangunan masyarakat digital Indonesia. Semangatnya jelas, teknologi seharusnya membantu memecahkan masalah nyata, memperluas akses, dan meningkatkan literasi digital.

Di sinilah riset dan PkM bertemu, keduanya menjadi jalur kontribusi yang konkret dan bisa dimulai bahkan dari ruang belajar yang fleksibel.

Anda dapat menonton rekaman live stream pada link berikut: https://youtu.be/v6HAxPK-5Io?si=25z7Z_DaTJ8aURUD

Penulis: Viga Laksa Hardjanto, S.Kom., M.Cs.