GraphQL: Revolusi Cara Kita Membangun dan Berinteraksi dengan API
Penulis: Darvin Sinaga – Alumni BION CS (2402015074)
Pernahkah Anda merasa frustrasi saat menggunakan REST API karena Anda hanya butuh nama pengguna, tapi server malah mengirimkan 20 data lain yang tidak perlu? Atau mungkin Anda terpaksa melakukan lima panggilan API yang berbeda hanya untuk menampilkan satu halaman profil yang lengkap?
Sebagai pengembang yang telah berkecimpung selama 8 tahun di dunia pengembangan perangkat lunak, saya ingin berbagi tentang GraphQL—teknologi yang dikembangkan oleh Facebook untuk menyelesaikan masalah-masalah tersebut.

Sumber: https://miro.medium.com/0*-8C4EpjwX7extwTR.png
1. Apa Itu GraphQL?
GraphQL adalah bahasa kueri (query language) untuk API dan runtime untuk memenuhi kueri tersebut dengan data yang Anda miliki. Berbeda dengan REST yang memiliki banyak endpoint, GraphQL hanya menggunakan satu endpoint saja.
Tiga pilar utama GraphQL adalah:
-
Deskripsikan Data Anda (Describe your data): Mendefinisikan skema data yang tersedia.
-
Minta Apa yang Anda Butuhkan (Ask for what you want): Klien menentukan data spesifik yang diperlukan.
-
Dapatkan Hasil yang Terprediksi (Get predictable results): Server mengirimkan data tepat sesuai permintaan.
2. Mengapa Beralih dari REST ke GraphQL?
GraphQL hadir untuk mengatasi keterbatasan utama pada REST API:
-
Mengatasi Overfetching: Di REST, Anda sering menerima data berlebihan. Dengan GraphQL, jika Anda hanya minta
namedanemail, maka hanya dua data itu yang akan dikirimkan. -
Tidak Ada Lagi Multiple Round Trips: Anda tidak perlu memanggil
/userslalu kemudian/posts. Dalam satu permintaan GraphQL, Anda bisa mendapatkan informasi pengguna sekaligus daftar unggahan (posts) mereka. -
Dokumentasi Otomatis: GraphQL memiliki sistem tipe yang kuat (strong type system) yang menghasilkan dokumentasi secara otomatis tanpa perlu alat tambahan seperti Swagger.
3. Konsep Inti: Query vs Mutation
Untuk berinteraksi dengan GraphQL, Anda perlu memahami dua operasi utama:
-
Query: Digunakan untuk membaca atau mengambil data. Ini setara dengan metode
GETdi REST. Anda bisa menentukan field spesifik yang ingin dikembalikan oleh server. -
Mutation: Digunakan untuk membuat, mengubah, atau menghapus data. Ini menggantikan metode
POST,PUT, danDELETEpada REST.
4. Demonstrasi Singkat: Membuat Postingan Baru
Dalam sesi demo, kita bisa melihat betapa mudahnya melakukan “Mutation” untuk membuat postingan baru. Kita cukup memasukkan input seperti title dan content, lalu menghubungkannya dengan userID yang sudah ada. Menariknya, setelah data berhasil dibuat, kita bisa langsung meminta server mengembalikan ID postingan baru tersebut sebagai konfirmasi dalam satu langkah.
Penutup
GraphQL memberikan pengalaman pengembangan yang lebih baik (developer experience) dan performa aplikasi yang lebih efisien karena penghematan ukuran data yang ditransfer. Jika Anda sedang membangun aplikasi modern yang kompleks, sudah saatnya mempertimbangkan GraphQL sebagai alternatif REST API tradisional.
Mari mulai langkah pertama Anda dengan mengeksplorasi dokumentasi resmi di graphql.org!
Disarikan dari materi presentasi Darvin Sinaga (Alumni BINUS ONLINE). Tonton video tutorial lengkapnya di sini: https://www.youtube.com/watch?v=qz4MUMjqXAg
Comments :