{"id":275,"date":"2020-06-15T11:22:48","date_gmt":"2020-06-15T11:22:48","guid":{"rendered":"https:\/\/online.binus.ac.id\/computer-science\/2020\/06\/15\/qos-quality-of-services\/"},"modified":"2024-07-29T07:56:30","modified_gmt":"2024-07-29T07:56:30","slug":"qos-quality-of-services","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/online.binus.ac.id\/computer-science\/2020\/06\/15\/qos-quality-of-services\/","title":{"rendered":"QoS (Quality of Services)"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\">Quality of service (QoS) (Bahasa Indonesia : kualitas layanan) mengacu pada teknologi apa pun yang mengelola lalu lintas data untuk mengurangi packet loss (kehilangan paket), latency, dan jitter pada jaringan. QoS mengontrol dan mengelola sumber daya jaringan dengan menetapkan prioritas untuk tipe data tertentu pada jaringan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Jaringan perusahaan perlu menyediakan layanan yang dapat diprediksi dan terukur sebagai aplikasi (seperti suara, video, dan data yang sensitif terhadap keterlambatan) untuk melintasi jaringan. Organisasi menggunakan QoS untuk memenuhi persyaratan lalu lintas dari aplikasi sensitif, seperti suara dan video real-time, dan untuk mencegah penurunan kualitas yang disebabkan oleh packet loss, penundaan dan jitter. Organisasi dapat mencapai QoS dengan menggunakan alat dan teknik tertentu, seperti jitter buffer dan traffic shaping. Bagi banyak organisasi, QoS termasuk dalam service-level agreement (SLA) dengan penyedia layanan jaringan untuk menjamin tingkat kinerja tertentu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Model Monitoring QoS terdiri dari komponen monitoring application, QoS monitoring, monitor, dan monitored objects.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/online.binus.ac.id\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/QoS.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-9203 aligncenter\" src=\"https:\/\/online.binus.ac.id\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/QoS.jpg\" alt=\"\" width=\"222\" height=\"198\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: center\">Gambar : Model Monitoring QoS<\/p>\n<ol>\n<li style=\"text-align: justify\"><strong>Monitoring Application<\/strong>, Merupakan sebuah antarmuka bagi administrator jaringan. Komponen ini berfungsi mengambil informasi lalu lintas paket data dari monitor, menganalisanya dan mengirimkan hasil analisis kepada pengguna. Berdasarkan hasil analisis tersebut, seorang administrator jaringan dapat melakukan operasi-operasi yang lain.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify\"><strong>QoS Monitoring<\/strong>, Menyediakan mekanisme monitoring QoS dengan mengambil informasi nilai-nilai parameter QoS dari lalu lintas paket data.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify\"><strong>Monitor,<\/strong> Mengumpulkan dan merekam informasi lalu lintas paket data yang selanjutnya akan dikirimkan kepada monitoring application. Monitor melakukan pengukuran aliran paket data secara waktu nyata dan melaporkan hasilnya kepada monitoring application.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify\"><strong>Monitored Objects,<\/strong> Merupakan informasi seperti atribut dan aktifitas yang dimonitor di dalam jaringan. Di dalam konteks QoS monitoring, informasi-informasi tersebut merupakan aliran-aliran paket data yang dimonitor secara waktu nyata. Tipe aliran paket data tersebut dapat diketahui dari alamat sumber (source) dan tujuan (destination) di layer-layer IP, port yang dipergunakan misalnya UDP atau TCP, dan parameter di dalam paket RTP.<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify\">Parameter Quality of Service terdiri dari :<\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify\"><strong>Throughput<\/strong>, Throughput yaitu kecepatan (rate) transfer data efektif, yang diukur dalam bps (bit per second). Throughput adalah jumlah total kedatangan paket yang sukses yang diamati pada tujuan selama interval waktu tertentu dibagi oleh durasi interval waktu tersebut.<\/li>\n<\/ul>\n<p><a href=\"https:\/\/online.binus.ac.id\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/Throughput.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-9207 aligncenter\" src=\"https:\/\/online.binus.ac.id\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/Throughput.jpg\" alt=\"\" width=\"315\" height=\"198\" \/><\/a><\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify\"><strong>Packet Loss<\/strong>, Packet Loss merupakan suatu parameter yang menggambarkan suatu kondisi yang menunjukkan jumlah total paket yang hilang dapat terjadi karena collision dan congestion pada jaringan<\/li>\n<\/ul>\n<p><a href=\"https:\/\/online.binus.ac.id\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/Packet-Loss.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-9206 aligncenter\" src=\"https:\/\/online.binus.ac.id\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/Packet-Loss.jpg\" alt=\"\" width=\"350\" height=\"213\" \/><\/a><\/p>\n<ul>\n<li><strong>Delay (Latency)<\/strong>, Delay (Latency) merupakan waktu yang dibutuhkan data untuk menempuh jarak dari asal ke tujuan. Delay dapat dipengaruhi oleh jarak, media fisik, congesti atau juga waktu proses yang lama.<\/li>\n<\/ul>\n<p><a href=\"https:\/\/online.binus.ac.id\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/Delay.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-9204 aligncenter\" src=\"https:\/\/online.binus.ac.id\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/Delay.jpg\" alt=\"\" width=\"347\" height=\"195\" \/><\/a><\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify\"><strong>Jitter atau Variasi Kedatangan Paket<\/strong>, Jitter diakibatkan oleh variasi-variasi dalam panjang antrian, dalam waktu pengolahan data, dan juga dalam waktu penghimpunan ulang paket-paket diakhir perjalanan jitter.<\/li>\n<\/ul>\n<p><a href=\"https:\/\/online.binus.ac.id\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/Jitter.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-9205 aligncenter\" src=\"https:\/\/online.binus.ac.id\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/Jitter.jpg\" alt=\"\" width=\"315\" height=\"242\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>Referensi:<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify\">https:\/\/www.kamuskomputer.com\/definisi\/qos-quality-of-service\/.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify\">dkk, \u201cMetoda Real Time Flow Measurement (RTFM) untuk Monitoring QoS di Jaringan NGN,\u201d dalam Prosiding 14 Konferensi Nasional Teknologi Informasi &amp; Komunikasi untuk Indonesia 3 \u2013 6 Mei 2006 Institut Teknologi Bandung,Bandung, 2006<\/li>\n<li style=\"text-align: justify\">Pratama, \u201cPerbandingan Metode PCQ, SFQ, Red dan FIFO pada Mikrotik sebagai Upaya Optimalisasi Layanan Jaringan pada Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura,\u201d Jurnal Sistem dan Teknologi Informasi (JustIN), Vol. %1 dari %2Vol 3, No. 1 (2015), no. Universitas Tanjungpura, 2015.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify\">https:\/\/www.etsi.org\/deliver\/etsi_tr\/101300_101399\/101329\/02.01.01_60\/tr_101329v020101p.pdf<\/li>\n<li style=\"text-align: justify\">https:\/\/gunawan-alfarizi.blogspot.com\/2013\/11\/menghitung-throughput-delay-dan-packet.html<\/li>\n<\/ul>\n<p>Penulis : Arief Agus Sukmandhani, S.Kom., MMSI<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Quality of service (QoS) (Bahasa Indonesia : kualitas layanan) mengacu pada teknologi apa pun yang mengelola lalu lintas data untuk mengurangi packet loss (kehilangan paket), latency, dan jitter pada jaringan. QoS mengontrol dan mengelola sumber daya jaringan dengan menetapkan prioritas untuk tipe data tertentu pada jaringan. Jaringan perusahaan perlu menyediakan layanan yang dapat diprediksi dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":481,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-275","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-article"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/online.binus.ac.id\/computer-science\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/275","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/online.binus.ac.id\/computer-science\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/online.binus.ac.id\/computer-science\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/online.binus.ac.id\/computer-science\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/online.binus.ac.id\/computer-science\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=275"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/online.binus.ac.id\/computer-science\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/275\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":482,"href":"https:\/\/online.binus.ac.id\/computer-science\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/275\/revisions\/482"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/online.binus.ac.id\/computer-science\/wp-json\/wp\/v2\/media\/481"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/online.binus.ac.id\/computer-science\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=275"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/online.binus.ac.id\/computer-science\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=275"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/online.binus.ac.id\/computer-science\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=275"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}