{"id":994,"date":"2025-04-09T04:16:37","date_gmt":"2025-04-09T04:16:37","guid":{"rendered":"https:\/\/online.binus.ac.id\/computer-science\/?p=994"},"modified":"2025-04-09T04:16:37","modified_gmt":"2025-04-09T04:16:37","slug":"future-career-in-digital-marketing","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/online.binus.ac.id\/computer-science\/2025\/04\/09\/future-career-in-digital-marketing\/","title":{"rendered":"Future Career in Digital Marketing"},"content":{"rendered":"<p>Penulis: Stephanus Bayu Krisna (SCA\u2019s Team)<\/p>\n<p>Hi BINUSIAN! Pada hari Selasa, pada 11 Maret 2025 lalu, webinar <em>BOLD Series<\/em> Alumni Pulang Kampus kembali digelar loh! Webinar kali ini mengangkat topik tentang \u201c<em>Future Career in Digital Marketing\u201d <\/em>yang tentunya sangat relevan di era yang serba digital seperti saat ini. Dalam webinar ini, kita akan mengeksplorasi bagaimana prospek karir di bidang digital marketing ke depan, serta peluang dan tantangan yang akan dihadapi di industri yang terus berkembang ini. Hadir sebagai narasumber yang tentunya ahli di bidang digital marketing, Bapak Agung Dwi Sandi, selaku <em>Chief Executive Officer <\/em>\u201cRankpillar\u201d<em>, <\/em>dan moderator webinar yakni Bapak Reagen Yohanes Sayoga, S.Kom., M.M.S.I., merupakan <em>Faculty Member <\/em>prodi Bisnis Manajemen BINUS Online. Selain menjadi <em>Chief Executive Officer <\/em>\u201cRankpillar\u201d, Bapak Agung Dwi Sandi atau yang akrab disapa Mas Sandi juga merupakan alumni dari prodi Bisnis Manajemen BINUS Online Angkatan Wisuda 2019. Mas Sandi memiliki beberapa keahlian antara lain di bidang digital marketing,<em> search engine optimization (SEO), <\/em>dan sosial media marketing.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-995\" src=\"https:\/\/online.binus.ac.id\/computer-science\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2025\/04\/Picture1.jpg\" alt=\"\" width=\"715\" height=\"715\" \/><\/p>\n<p>Untuk membahas terkait <em>future career <\/em>di bidang digital marketing, Mas Sandi membaginya ke dalam 2 (dua) poin, yakni <em>future digital marketing <\/em>dan <em>overview digital marketing.<\/em> Berdasarkan data LinkedIn, jumlah <em>professional<\/em> di bidang digital marketing di Indonesia saat ini sekitar 550 ribu orang, dengan 140 ribu orang berada di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Dari segi <em>supply and demand, <\/em>kebutuhan tenaga kerja di bidang ini masih tinggi, sehingga peluang untuk berkembang di masa depan tetap terbuka lebar. Mas Sandi membagi digital marketing ke dalam 3 bidang, yakni di bidang sosial media, <em>website,<\/em> dan <em>e-commerce.<\/em><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-996\" src=\"https:\/\/online.binus.ac.id\/computer-science\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2025\/04\/Picture2-2.png\" alt=\"\" width=\"449\" height=\"252\" \/><\/p>\n<p>Berdasarkan data <em>ad spending<\/em> di Indonesia, 3 jenis iklan yang paling banyak digunakan oleh <em>brand<\/em>, yakni <em>social media advertising, in-app advertising, <\/em>dan <em>search advertising.<\/em> Sementara itu, negara dengan gaji tertinggi bagi digital marketing antara lain \u00a0Jepang, Tiongkok, dan Amerika Serikat. Di Indonesia rata-rata gaji digital marketing, untuk lulusan baru di Rp 5,1 juta\/bulan, untuk yang berpengalaman 2 &#8211; 5 tahun berkisar di Rp 8,8 &#8211; 12,1 juta\/bulan, level manajer, rata-rata gaji mereka Rp 14 \u2013 25 juta\/bulan.<\/p>\n<p>Menurut Mas Sandi, karir sebagai digital marketing terbuka bagi lulusan dari semua jurusan. Beberapa kemampuan dasar yang wajib dimiliki untuk sukses di bidang digital marketing diantaranya, berpikir analisis &amp; kemampuan membaca data, kedua berpikir kreatif &amp; kemampuan memecahkan masalah, ketiga mampu beradaptasi dengan perubahan yang ada &amp; kemauan terus belajar, dan terakhir kemampuan berkomunikasi &amp; <em>storytelling.<\/em><\/p>\n<p>Salah satu <em>opportunity <\/em>di digital marketing yaitu menjadi <em>freelancer<\/em> digital marketing secara <em>remote<\/em>. Banyak profesional digital marketing yang tetap bekerja di perusahaan secara formal, tetapi setelah jam kerja, mereka mengambil proyek sebagai <em>freelancer <\/em>digital marketing. Di sisi lain, banyak perusahaan lebih selektif dalam merekrut digital marketing. Hal ini antara lain disebabkan, pengalaman yang dimiliki masih belum mencukupi, lalu rasa cepat puas terhadap pencapaian yang diraih.<\/p>\n<p><em>Opportunity <\/em>kedua, lulusan dari semua jurusan dapat berkarir di digital marketing. Namun, perkembang <em>AI <\/em>dan otomatisasi juga mulai mendistrupsi beberapa bidang di digital marketing, seperti pada bidang <em>copywriting, <\/em>video editing dan <em>graphic design<\/em>. Salah satu bentuk bisnis di industri ini adalah menjadi <em>content creator, <\/em>yang biasanya memperoleh penghasilan melalui <em>endorsement.<\/em><\/p>\n<p><strong><em>Overview<\/em><\/strong><strong> Digital Marketing<\/strong><\/p>\n<p>Saat ini terdapat 2 jenis <em>customer behavior <\/em>di dalam digital marketing, yang pertama <em>multiple platform <\/em>dan kedua <em>single platform.<\/em><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-997\" src=\"https:\/\/online.binus.ac.id\/computer-science\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2025\/04\/Picture3-2.png\" alt=\"\" width=\"442\" height=\"248\" \/><\/p>\n<p>Konsumen<em> multiple platform <\/em>adalah mereka yang mengambil keputusan pembelian setelah terpapar iklan di berbagai <em>platform<\/em>. Misalnya, seseorang melihat iklan di YouTube. Lalu, iklan yang sama muncul di TikTok dan Instagram, hingga akhirnya produk tersebut ditampilkan di <em>e-commerce<\/em> seperti Shopee atau Tokopedia. Akhirnya, karena sering melihatnya, konsumen pun memutuskan untuk membeli. Pola perilaku ini kini paling banyak terjadi di Indonesia.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-998\" src=\"https:\/\/online.binus.ac.id\/computer-science\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2025\/04\/Picture4-2.png\" alt=\"\" width=\"433\" height=\"244\" \/><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-999\" src=\"https:\/\/online.binus.ac.id\/computer-science\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2025\/04\/Picture5.png\" alt=\"\" width=\"433\" height=\"244\" \/><\/p>\n<p>Tipe konsumen yang kedua dan baru di Indonesia yakni <em>single platform,<\/em> yang melalui seluruh proses <em>awareness, consideration, <\/em>dan <em>conversion <\/em>terjadi di 1 <em>platform<\/em> yakni di \u201cTikTok Shop\u201d. Konsumen dapat melihat langsung iklan, bertanya langsung ke penjual, dan memutuskan membeli tanpa berpindah aplikasi.<\/p>\n<p>Dalam digital marketing, penting untuk memilih <em>objective campaign<\/em> yang tepat dan jelas. <em>Objective <\/em>terbagi dalam 3 tahapan: <em>awareness, consideration, <\/em>dan <em>conversion, <\/em>yang mana di setiap tahapnya memiliki matriksnya masing-masing. Tahap <em>awareness, <\/em>terdiri dari <em>reach, views, <\/em>dan impresi konsumen. Tahap <em>consideration, <\/em>terdiri <em>click, engagement, visit <\/em>dan <em>session, <\/em>yang ketiga tahap <em>conversion, <\/em>terdiri atas <em>conversion rate.<\/em><\/p>\n<p>Sebagai digital marketing, penting untuk memahami <em>\u201cunderstanding funnel\u201d. <\/em>Hal ini menggambarkan perjalanan pelanggan dari mengenal produk hingga melakukan pembelian. Terdapat 3 indikator yang perlu diperhatikan yakni <em>objective <\/em>(tujuan)<em>, <\/em>strategi dan <em>measurement <\/em>(pengukuran), selain itu dibagi ke dalam 3 jenis usaha, dari UMKM, korporasi, dan <em>startup.<\/em> Untuk usaha UMKM, yang penting yakni membangun <em>brand awareness,<\/em> mengenalkan produk ke konsumen lokal. Strategi bisa dijalankan dengan memanfaatkan <em>engagement<\/em> sosial media dan <em>search engine optimization<\/em>. Untuk korporasi, sangat penting menjaga <em>brand image <\/em>di masyarakat untuk menjaga stabilitas market mereka. Ketiga, <em>startup, objective <\/em>mereka yakni pertumbuhan pengguna dalam jangka waktu yang cepat.<\/p>\n<p>Seorang digital perlu mampu mendominasi Google <em>Search<\/em> melalui <em>Search Engine Optimization (SEO)<\/em> dan <em>Search Engine Marketing (SEM). SEO, <\/em>strategi untuk meningkatkan peringkat website di hasil pencarian mesin pencari. Bertujuan meningkatkan visibilitas <em>website<\/em> secara alami sehingga lebih mudah ditemukan pengguna, sedangkan <em>SEM,<\/em> strategi pemasaran berbayar untuk meningkatkan visibilitas di mesin pencari melalui iklan, dan memungkinkan untuk muncul di bagian atas hasil pencarian dengan cepat. Dari kedua metode tersebut, <em>SEO<\/em> bersifat organik, perlu waktu lama untuk memperoleh hasil maksimal, namun hasilnya akan bertahan lama. Sedangkan <em>SEM, <\/em>metode ini berbayar sehingga cepat untuk memperoleh hasilnya, namun ketika durasi iklan selesai maka akan hilang.<\/p>\n<p>Pada akhirnya, peluang karir digital marketing di Indonesia sangat menjanjikan seiring perkembangan teknologi. Industri ini terus berinovasi, menciptakan banyak peluang bagi para profesional. Namun, untuk bersaing dan berkembang, penting untuk memiliki kemauan terus belajar karena tren, strategi, dan hal baru terus muncul. Dengan terus memperbarui pengetahuan dan keterampilan, seseorang dapat meningkatkan daya saing dan memperluas pengalaman di bidang ini.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penulis: Stephanus Bayu Krisna (SCA\u2019s Team) Hi BINUSIAN! Pada hari Selasa, pada 11 Maret 2025 lalu, webinar BOLD Series Alumni Pulang Kampus kembali digelar loh! Webinar kali ini mengangkat topik tentang \u201cFuture Career in Digital Marketing\u201d yang tentunya sangat relevan di era yang serba digital seperti saat ini. Dalam webinar ini, kita akan mengeksplorasi bagaimana [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":702,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-994","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-article"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/online.binus.ac.id\/computer-science\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/994","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/online.binus.ac.id\/computer-science\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/online.binus.ac.id\/computer-science\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/online.binus.ac.id\/computer-science\/wp-json\/wp\/v2\/users\/702"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/online.binus.ac.id\/computer-science\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=994"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/online.binus.ac.id\/computer-science\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/994\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1000,"href":"https:\/\/online.binus.ac.id\/computer-science\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/994\/revisions\/1000"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/online.binus.ac.id\/computer-science\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=994"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/online.binus.ac.id\/computer-science\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=994"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/online.binus.ac.id\/computer-science\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=994"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}