Dalam manajemen kualitas modern, memahami perbedaan antara process stability dan process capability merupakan hal yang fundamental. Process stability atau stabilitas proses dapat dinilai sebagai kondisi prasyarat sebelum process capability atau kemampuan dari suatu proses dapat dihitung. Kemampuan membedakan dua konsep ini memiliki peranan penting untuk menjalankan pengendalian kualitas yang benar, sehingga kesalahan interpretasi data dapat dihindari, dan proses produksi dapat dipastikan berjalan sesuai dengan kebutuhan pelanggan.  

Pengertian Process Stability 

Sebuah proses dapat dikatakan stabil apabila variasi nilai yang muncul hanya berasal dari common cause variation atau variasi alami yang muncul dalam sistem produksi. Dengan kata lain, dalam kondisi stabil, proses akan menghasilkan output yang dapat diprediksi secara konsisten dari waktu ke waktu. Stabilitas proses tidak dinilai berdasarkan apakah produk memenuhi spesifikasi pelanggan atau tidak, tetapi dinilai berdasarkan apakah proses yang berlangsung tersebut berada dalam kendali statistik (in statistical control) atau tidak.  

Dalam penentuan kestabilan proses, alat utama yang digunakan adalah control chart, seperti X̄–R chart, X̄–S chart, p-chart, dan np-chart. Control chart akan membandingkan variasi proses dengan limit control yang dihitung berdasarkan data proses itu sendiri, bukan limit kontrol berdasarkan kebutuhan pelanggan, sehingga, selama semua titik data berada dalam batas kontrol dan tidak menunjukkan pola tidak normal proses dapat dinyatakan sebagai proses yang stabil. Proses yang stabil berarti proses tersebut dapat diprediksi. Dalam lingkungan produksi, prediktabilitas sangat penting karena memberikan jaminan bahwa nilai variasi tidak meningkat secara tiba-tiba dan berdampak pada kegagalan kualitas produksi. Namun, proses yang stabil belum tentu memenuhi spesifikasi. Proses dapat saja sangat konsisten secara statistik, namun bukan secara konsisten menghasilkan produk yang berada dalam batas kualitas, melainkan konsisten menghasilkan produk di luar batas kualitas yang diinginkan. 

Pengertian Process Capability 

Berbeda dengan stabilitas proses yang berkaitan dengan konsistensi variasi, capability berkaitan dengan kemampuan proses untuk memenuhi persyaratan/ spesifikasi yang diberikan oleh pelanggan. Proses yang capable adalah proses yang mampu menghasilkan output product yang berada dalam batas spesifikasi atas (USL) dan batas spesifikasi bawah (LSL) pelanggan secara berkelanjutan, dengan kondisi ideal, 100% mampu memenuhi spesifikasi pelanggan dari waktu ke waktu.  Kemampuan proses di analisis berdasarkan nilai specification limits yang ditentukan secara langsung oleh pelanggan. Nilai limit spesifikasi dapat didasarkan pada standar industri, ataupun kebutuhan produk.  

Salah satu alat analisis capability yang paling umum adalah histogram. Histogram digunakan karena mampu menampilkan distribusi data proses dan posisi distribusi data produksi terhadap nilai spesifikasi limit yang ditetapkan oleh pelanggan. Dengan menggunakan histogram dan statistik deskriptif, indeks capability seperti Cp (Process Capability Index), Cpk (Process Capability Index centeredness adjusted), Pp (Process Performance Index), dan Ppk (Process Performance Index adjusted for process centering) dapat dihitung. Nilai Cp dan Cpk digunakan jika kondisi proses sudah stabil. Sedangkan, nilai Pp dan Ppk dapat dihitung meskipun proses belum stabil, namun, jika kondisi belum stabil  nilai yang dihasilkan akan cenderung kurang akurat.  

Process Stability dan Process Capability 

Stability dan capability adalah dua konsep yang berbeda, namun saling terkait dalam pengendalian kualitas. Stability memastikan proses berjalan konsisten dan dapat diprediksi, sedangkan capability memastikan bahwa proses memenuhi kebutuhan pelanggan. Capability secara traditional dapat dihitung jika proses produksi telah stabil. Dengan memahami dan membedakan kedua konsep ini, organisasi dapat menerapkan pendekatan pengendalian kualitas yang lebih akurat, menghindari kesalahan interpretasi data, dan meningkatkan kinerja proses secara keseluruhan. 

 

References: 

Freeman, K. P., Cook, J. R., & Hooijberg, E. H. (2021). Introduction to statistical quality control. Journal of the American Veterinary Medical Association, 258(7), 733-739. 

Montgomery, D. C. (2020). Introduction to statistical quality control. John wiley & sons.