{"id":35,"date":"2023-06-15T16:08:06","date_gmt":"2023-06-15T16:08:06","guid":{"rendered":"https:\/\/online.binus.ac.id\/engineering\/2023\/06\/15\/penerapan-tqm-lewat-gugus-kendali-mutu\/"},"modified":"2024-08-15T14:40:51","modified_gmt":"2024-08-15T07:40:51","slug":"penerapan-tqm-lewat-gugus-kendali-mutu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/online.binus.ac.id\/industrial-engineering\/2023\/06\/15\/penerapan-tqm-lewat-gugus-kendali-mutu\/","title":{"rendered":"Penerapan TQM lewat Gugus Kendali Mutu"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\">Quality Control Circle (QCC) atau yang lebih dikenal dengan Gugus Kendali Mutu (GKM) merupakan suatu kelompok kecil yang terdiri dari beberapa orang yang bekerja secara bersama-sama sebagai pelopor dalam menjaga dan melakukan perbaikan secara terus-menerus terhadap kualitas produk, jasa, dan pekerjaannya (Nita, 2010).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Menurut Robson, Gugus Kendali Mutu adalah sebuah kelompok yang terdiri dari empat sampai dengan sepuluh orang yang bergabung secara sukarela dan bekerja di bawah pengawasan seorang supervisor serta mengadakan pertemuan secara teratur untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan memecahkan masalah yang dihadapi dalam pekerjaan.<\/p>\n<p>Struktur organisasi dari Gugus Kendali Mutu ini terdiri dari<\/p>\n<ol>\n<li style=\"text-align: justify\">Anggota (Member) yang harus hadir di setiap pertemuan untuk secara aktif memberikan ide serta solusi permasalahan yang sedang di hadapi.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify\">Ketua (Leader) yang di pilih dari anggota sebagai kordinator dari grup GKM.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify\">Pelatih (Facilitator) yang di pilih dari atasan langsung dimana bertugas sebagai pembimbing dari grup GKM.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify\">Panitia Penyelenggara (Steering Comitte) sebagai perwakilan manajemen yang bertanggung jawab terhadap proses penerapan GKM di perusahaan<\/li>\n<\/ol>\n<p><strong>Sistim Gugus Kendali Mutu<\/strong> (GKM) dilaksanakan melalui pemasyarakatan cara pandang, cara analisa dan diagnosa dan solusi sesuatu masalah (inefisiensi, produktivitas rendah dan rendahnya mutu pekerjaan\/produk) di lingkungan kerja seluruh jajaran SDM perusahaan.<\/p>\n<p><strong>Tujuan penerapan GKM<\/strong>, antara lain untuk :<\/p>\n<ol>\n<li>Peningkatan mutu dan peningkatan nilai tambah.<br \/>\n2. Peningkatan produktivitas sekaligus penurunan biaya<br \/>\n3. Peningkatan kemampuan penyelesaian pekerjaan sesuai target<br \/>\n4. Peningkatan moral kerja dengan mengubah tingkah laku<br \/>\n5. Peningkatan hubungan yang secara antara atasan dan bawahan.<br \/>\n6. Peningkatan ketrampilan dan keselamatan kerja<br \/>\n7. Peningkatan kepuasan kerja.<br \/>\n8. Pengembangan tim (Gugus Kendali)<\/li>\n<\/ol>\n<p>Dan <span style=\"text-decoration: underline\">keuntungan yang di dapatkan dari GKM<\/span> adalah:<\/p>\n<p><strong>Keuntungan Internal :<\/strong><br \/>\n1. Meningkatkan kesadaran mutu diseluruh jenjang organisasi<br \/>\n2. Meningkatkan team work antar karyawan dan antar bagian (departemen )<br \/>\n3. Menumbuhkan Self-belonging karyawan terhadap perusahaan<br \/>\n4. Meningkatkan efisiensi proses<br \/>\n5. Meningkatkan motivasi kerja karyawan<\/p>\n<p><strong>Keuntungan Eksternal :<\/strong><br \/>\n1. Meningkatkan kepuasan pelanggan<br \/>\n2. QCC sebagai alat promosi dari perusahaan<br \/>\n3. Terjalin kerjasama dengan perusahaan lain melalui Quality Control Circle<br \/>\n4. QCC sebagai alat alat pertukaran informasi dengan perusahaan lain.<\/p>\n<p>Terdapat 7 langkah untuk menyelesaikan masalah dalam\u00a0 penerapan Gugus Kendali Mutu yaitu :<\/p>\n<ol>\n<li style=\"text-align: justify\"><strong>Identifikasi masalah<\/strong><br \/>\n\u00b7 Apa yang telah terjadi?<br \/>\n\u00b7 Dimana itu terjadi?<br \/>\n\u00b7 Kapan itu terjadi?<br \/>\n\u00b7 Siapa yang mengeluh?<br \/>\n\u00b7 Mengapa ada keluhan?<br \/>\n\u00b7 Bagaimana keluhan itu ditemukan?<br \/>\n\u00b7 Seberapa besar masalah atas keluhan tersebut? Dari sini kita memiliki pertimbangan yang lengkap untuk memecahkan masalah yang ada, dan berkomitmen untuk menyelesaikannya.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify\"><strong style=\"font-size: 14px\">Observasi terhadap proses<\/strong><span style=\"font-size: 14px\">, untuk memahami situasi yang terjadi<\/span>Lakukan penelusuran proses untuk memverifikasi jika ada ketidakpatuhan terhadap praktik \u00a0standar, Spes ifikasi, SOP, maupun control plan. Memahami situasi berdasarkan waktu, interaksi antar orang, proses hand-over , lokasi kerja, dan segala perubahan yang ditemukan dalam penelitian.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>Analisis<\/strong>: Kemungkinan penyebab, Pengujian hipotesis dan Root Cause<br \/>\nGunakan Pengalaman, Penilaian Teknik, Pemeriksaan praktis tentang kemungkinan penyebab dan hilangkan \u00a0penyebab yang tidak valid dan \u00a0sampai pada kemungkinan penyebab.<br \/>\nCantumkan penyebab yang \u00a0divalidasi berdasarkan langkah di atas \u00a0menggunakan analisis akar penyebab.<\/p>\n<\/li>\n<li style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>Tindak lanjut<\/strong><br \/>\nLakukan analisis mengapa? pada penyebab yang valid &amp; identifikasi tindakan serta pertimbangkan berbagai kemungkinan tindakan.<br \/>\nTetapkan setiap tindakan korektif sebagai prioritas dan patuhi itu. Libatkan operator.<\/p>\n<\/li>\n<li style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>Verifikasi hasil<\/strong><br \/>\nPeriksa hasilnya dibandingkan dengan hasil yang diharapkan.<br \/>\nJika hasil yang diharapkan tidak tercapai, carilah rencana tindakan alternatif.<br \/>\nPerbaikan harus dapat terukur, misalkan menjadi keuntungan (keuangan), atau Return of Invesment, savings, dll.<\/p>\n<\/li>\n<li style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>Standarsisasi proses<\/strong><br \/>\nPerbarui semua dokumen yang relevan seperti Gambar\/spesifikasi, PFD, PFMEA, Rencana Pengendalian, SOP, Check List, dll<\/p>\n<\/li>\n<li style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>Kesimpulan<\/strong><br \/>\nSetelah kita melakukan semua tindakan yang diperlukan dan menyelesaikan masalah, semua hasil dengan kemajuan dilaporkan ke manajemen. Rencana tindak lanjut untuk Root Cause yang tidak belum terselesaikan sekarang harus dibuat.<\/p>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p>Ke semua Langkah di atas, di dukung dengan penerapan 7 alat statistik yaitu :<\/p>\n<ol>\n<li style=\"text-align: justify\"><strong>Check sheet<\/strong><br \/>\nCheck Sheet biasanya berbentuk formulir kertas dengan item-item yang diperlukan sudah dicantumkan dan disusun sedemikian rupa. Digunakan untuk mengumpulkan data hasil pemeriksaan (pengecekan), karena itu ada pula yang menyebutnya dengan Lembar Pengumpul Data.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify\"><strong>Stratifikasi<\/strong><br \/>\nMenguraikan dan mengelompokkan data menjadi ke kelompok yang lebih homogen. Tujuannya adalah untuk menhindari salah interpretasi dalam membaca suatu data.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify\"><strong style=\"font-size: 14px\">Diagram Pareto<\/strong>Yaitu suatu alat untuk melihat permasalahan yang paling tinggi prioritasnya. Divisualisasikan dalam sebuah diagram yang disusun mulai dari data terbesar.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify\"><strong>Diagram Sebab Akibat (FISH BONE)<br \/>\n<\/strong>Merupakan diagram yang menggambarkan hubungan antara karakteristik mutu dengan faktor penyebabnya.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify\"><strong>Grafik dan Bagan Pengendalian<\/strong><br \/>\nHistogram adalah satu jenis grafik balok khusus yang menggambarkan penyebaran data sebagai hasil satu macam pengukuran dari suatu kejadian atau proses, apakah data tersebut keluar dari batas pengendalian atau tidak. Dalam keadaan normal, tinggi balok-balok tersebut menampilkan bentuk lonceng.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify\"><strong>Digram Pencar ( Scatter Diagram<\/strong> )<br \/>\nBagan pengendalian x \u2013 R merupakan bagan pengendalian yang sekaligus untuk menyatakan harga rata-rata (x) dan range (R). Bagan x menunjukkan adanya perubahan pada harga rata-rata, sedang R menunjukkan adanya perubahan pada dispersi.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify\"><strong>Histogram<\/strong><br \/>\nScatter Diagram atau Diagram Pencar dipakai untuk melihat hubungan \/ korelasi antara dua variabel yang \u00a0berkaitan.<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify\">Diagram ini \u00a0digunakan untuk \u00a0melihat seberapa besar hubungan antara dua \u00a0variabel yang ditunjukkan pada Sumbu X dan Y.<\/p>\n<p>Dengan 7 langkah dan 7 alat tersebut , penyelelesaian permasalahan yang di agendakan sebagai wujud dari penerapan Total Quality Management (TQM) di perusahaan dengan konsep Plan (<strong>P<\/strong>) , Do (<strong>D<\/strong>) , Check (<strong>C)<\/strong> dan Action (<strong>A<\/strong>) yang di gulirkan oleh Deming bisa terlaksana dengan optimal.<\/p>\n<p>Referensi :<\/p>\n<ol>\n<li>Kartika, Hayu. 2017. Perbaikan Kualitas Dengan Menggunakan Gugus Kendali Mutu. Universitas Mercu Buana, Jurnal Ilmu Teknik dan Komputer, Vol 1 No. 1 hal 57-65<\/li>\n<li><a href=\"https:\/\/kemenperin.go.id\/download\/139\/Pengertian-Gugus-Kendali-Mutu-(GKM)\">https:\/\/kemenperin.go.id\/download\/139\/Pengertian-Gugus-Kendali-Mutu-(GKM)\u00a0<\/a><\/li>\n<li>Quality circle (Gugus mutu)<a href=\"https:\/\/g.co\/kgs\/NpQw4U\">https:\/\/g.co\/kgs\/NpQw4U\u00a0<\/a><\/li>\n<li>https:\/\/www.ijert.org\/short-review-of-qcc-quality-control-circle-implementation-toward-productivity-improvement-case-study<\/li>\n<li>Neyestani B. (2017, March). \u201cSeven Basic Tools of Quality Control: An Appropriate Tools for Solving Quality Problems in the Organizations.\u201d https:\/\/doi.org\/10.5281\/zenodo.400832<\/li>\n<li>Jurnal Pengertian GKN, DIREKTORAT JENDERAL INDUSTRI KECIL MENENGAH DEPARTEMEN PERINDUSTRIAN (2007)<\/li>\n<\/ol>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Quality Control Circle (QCC) atau yang lebih dikenal dengan Gugus Kendali Mutu (GKM) merupakan suatu kelompok kecil yang terdiri dari beberapa orang yang bekerja secara bersama-sama sebagai pelopor dalam menjaga dan melakukan perbaikan secara terus-menerus terhadap kualitas produk, jasa, dan pekerjaannya (Nita, 2010). Menurut Robson, Gugus Kendali Mutu adalah sebuah kelompok yang terdiri dari empat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-35","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-article"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/online.binus.ac.id\/industrial-engineering\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/online.binus.ac.id\/industrial-engineering\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/online.binus.ac.id\/industrial-engineering\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/online.binus.ac.id\/industrial-engineering\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/online.binus.ac.id\/industrial-engineering\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=35"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/online.binus.ac.id\/industrial-engineering\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":131,"href":"https:\/\/online.binus.ac.id\/industrial-engineering\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35\/revisions\/131"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/online.binus.ac.id\/industrial-engineering\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=35"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/online.binus.ac.id\/industrial-engineering\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=35"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/online.binus.ac.id\/industrial-engineering\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=35"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}