{"id":354,"date":"2025-01-20T10:40:41","date_gmt":"2025-01-20T03:40:41","guid":{"rendered":"https:\/\/online.binus.ac.id\/industrial-engineering\/?p=354"},"modified":"2025-01-20T10:40:41","modified_gmt":"2025-01-20T03:40:41","slug":"perkembangan-e-commerce-dan-last-mile-delivery-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/online.binus.ac.id\/industrial-engineering\/2025\/01\/20\/perkembangan-e-commerce-dan-last-mile-delivery-2\/","title":{"rendered":"Perkembangan E-Commerce dan Last-Mile Delivery"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\" wp-image-296 aligncenter\" src=\"https:\/\/online.binus.ac.id\/industrial-engineering\/wp-content\/uploads\/sites\/7\/2024\/11\/Artikel-BiOn-1-300x134.jpg\" alt=\"\" width=\"564\" height=\"252\" srcset=\"https:\/\/online.binus.ac.id\/industrial-engineering\/wp-content\/uploads\/sites\/7\/2024\/11\/Artikel-BiOn-1-300x134.jpg 300w, https:\/\/online.binus.ac.id\/industrial-engineering\/wp-content\/uploads\/sites\/7\/2024\/11\/Artikel-BiOn-1-768x343.jpg 768w, https:\/\/online.binus.ac.id\/industrial-engineering\/wp-content\/uploads\/sites\/7\/2024\/11\/Artikel-BiOn-1-480x215.jpg 480w, https:\/\/online.binus.ac.id\/industrial-engineering\/wp-content\/uploads\/sites\/7\/2024\/11\/Artikel-BiOn-1.jpg 868w\" sizes=\"auto, (max-width: 564px) 100vw, 564px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: left\"><span style=\"font-weight: 400\">Seiring dengan perkembangan teknologi, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Electronic Commerce\/E-Commerce <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">(segala kegiatan jual beli atau transaksi yang dilakukan menggunakan sarana media elektronik\/internet)<\/span> <span style=\"font-weight: 400\">[1] kian diminati masyarakat Indonesia sebagai solusi praktis pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Tidak hanya menawarkan kemudahan dalam akses ke berbagai pilihan produk, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">E-Commerce<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> juga memberikan serangkaian pilihan metode pengiriman yang dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan para pengguna. Salah satu metode pengiriman yang banyak ditawarkan adalah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">\u201cSame Day Delivery Service\u201d. <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">Sesuai dengan namanya, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">same day delivery<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> menawarkan pengiriman barang dengan waktu yang singkat, sehingga pelanggan dapat memesan dan menerima barang dalam rentang hari yang sama. Dalam proses untuk menjaga kepuasan dan loyalitas pelanggan terhadap jasa layanan pengiriman, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Last-Mile Delivery<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> memiliki peranan penting dalam hal L<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">ogistic<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Supply Chain Management<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> pengiriman barang.<\/span><\/p>\n<p><b>Pengertian <\/b><b><i>Last-Mile Delivery<\/i><\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Dalam konteks <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Logistic<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Supply Chain Management<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Last-Mile Delivery<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> merupakan tahapan akhir dari proses pengiriman barang menuju pelanggan. Istilah \u201c<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">last-mile<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">\u201d merujuk pada jarak terakhir yang harus ditempuh barang dalam proses untuk sampai ke tangan konsumen [2].\u00a0 Meskipun proses ini terbilang singkat bila dibandingkan dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">First- and Middle-mile delivery, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">proses<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\"> last-mile <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">seringkali menjadi bagian paling rumit dan mahal dari keseluruhan proses logistic.\u00a0 Tahap akhir ini juga menjadi titik krusial faktor kepuasan dan loyalitas pelanggan terhadap layanan jasa pengiriman yang telah dipilih. Dalam hal ini, ilmu Teknik Industri diperlukan untuk memberikan inovasi peningkatan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Last-Mile Delivery, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">sehingga efisiensi dan juga kepuasan pelanggan dapat dilakukan seiringan dengan pengoptimalan biaya operasi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>Tantangan <\/b><b><i>Last-Mile Delivery<\/i><\/b><b> di Indonesia<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Dua tren global utama, yaitu urbanisasi dan e-commerce, menjadi pendorong utama meningkatnya kebutuhan layanan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">last-mile delivery<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Urbanisasi mengacu pada kecenderungan semakin banyak orang yang pindah ke kawasan perkotaan, terutama ke &#8220;megakota&#8221; dengan populasi lebih dari 10 juta jiwa. Diperkirakan bahwa pada tahun 2050, sekitar 70% populasi dunia, atau sekitar 6,3 miliar orang, akan tinggal di kota-kota besar. Pada tahun 2018, e-commerce juga mencatat tingkat pertumbuhan global sebesar 23,3% (Statista, 2018). Kombinasi antara konsentrasi geografis yang meningkat akibat urbanisasi dan meningkatnya jumlah pesanan online per individu menyebabkan peningkatan volume paket yang harus ditangani.[3]<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Peningkatan volume pengiriman harus diimbangi dengan pengembangan fasilitas pendukung yang memadai. Jika tidak, kapasitas infrastruktur yang terbatas dapat menyebabkan berbagai tantangan, seperti keterlambatan pengiriman, biaya operasional yang meningkat, dan menurunnya kualitas layanan. Sebelum mampu memberikan inovasi peningkatan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Last-Mile Delivery<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, pemahaman mengenai tantangan yang dihadapi dalam prosesnya perlu dilakukan untuk menentukan aspek apa saja yang dapat dikembangkan demi meningkatkan efisiensi dan kepuasan pelanggan. Beberapa tantangan dalam <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Last-Mile Delivery<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> di Indonesia adalah:\u00a0\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Efisiensi Operasional<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Salah satu tantangan dalam <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Last-Mile Delivery<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> di Indonesia berkaitan dengan efisiensi operasional yang meliputi infrastruktur dan juga efisiensi rute.\u00a0 Infrastruktur transportasi yang kurang memadai seperti adanya jalanan yang rusak, kemacetan lalu lintas, hingga rendahnya aksesibilitas dapat menghambat efisiensi pengiriman.\u00a0 Pemilihan rute yang salah juga mempu memperpanjang waktu pengiriman dan meningkatkan resiko adanya kerusakan hingga kehilangan barang yang pada akhirnya menurunkan efisiensi dan kepuasan pelanggan terhadap layanan jasa pengiriman. Dalam proses pengiriman, seringkali juga terdapat hal-hal yang tidak dapat diprediksi seperti perubahan pada alamat pengiriman. Pentingnya pemilihan dan optimisasi rute berperan penting dalam kasus ini sehingga barang dapat sampai ke tangan pelanggan dalam kondisi baik, dan sesuai dengan ekspetasi waktu pengiriman tanpa memakan biaya yang lebih besar ataupun membutuhkan penambahan tenaga kerja dan sumber daya yang signifikan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sustainability<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Masalah keberlanjutan dalam <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">last-mile delivery<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> menjadi perhatian utama seiring dengan meningkatnya volume pengiriman barang di wilayah perkotaan. Peningkatan ini memicu bertambahnya jumlah kendaraan pengantar yang memasuki pusat kota, menyebabkan polusi udara, kemacetan, dan peningkatan emisi gas rumah kaca [4]. Selain itu, penggunaan kendaraan berbahan bakar fosil dalam proses pengiriman semakin memperburuk dampak lingkungan. Tantangan lainnya adalah limbah kemasan yang dihasilkan dari aktivitas e-commerce, yang sering kali tidak didaur ulang dengan baik. Di sisi lain, ekspektasi pelanggan terhadap pengiriman yang cepat dan efisien menambah tekanan bagi perusahaan logistik untuk tetap kompetitif, sering kali tanpa mempertimbangkan dampak lingkungan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Efisiensi cost<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Efisiensi cost berkaitan erat dengan efisiensi operasional. Pelanggan mengharapkan pengiriman dengan biaya terjangkau ataupun tanpa biaya setelah\u00a0 melakukan pembelian dalam jumlah tertentu. Permasalahan terjadi karena Last Mile Delivery merupakan proses yang memakan biaya tinggi dikarenakan\u00a0 supir ekspedisi sering memiliki banyak paket kecil untuk dikirim ke tujuan yang spesifik. Pada same day delivery service last mile delivery menjadi lebih rumit karena berbagai situasi yang mungkin terjadi\u00a0 mulai dari tidak ada orang di tempat tujuan untuk mengambil kiriman dari kurir hingga penjadwalan ulang delivery time dengan limit waktu yang singkat.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>Inovasi <\/b><b><i>Last-Mile Delivery<\/i><\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Beberapa inovasi yang dapat dilakukan untuk mengurangi permasalahan Last Mile Delivery dan meningkatkan kepuasan serta loyalitas pelanggan adalah:<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400\">AI-based tracking and routing system<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Menghadapi tantangan operasional dalam <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">last-mile delivery<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, inovasi berbasis teknologi seperti <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">AI-based tracking and routing system<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> dapat menjadi salah satu\u00a0 solusi. Menggunakan kecerdasan buatan untuk menganalisis data secara real-time, seperti lokasi pengiriman, kondisi lalu lintas, cuaca, dan tingkat permintaan membuat sistem dapat mengoptimalkan rute pengiriman sehingga waktu pengantaran lebih efisien dan biaya operasional berkurang.Selain itu, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">AI-based tracking<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> memungkinkan perusahaan dan juga pelanggan untuk memantau status pengiriman secara transparan dan akurat.[5] Pelanggan dapat secara langsung\u00a0 mengetahui perkiraan waktu kedatangan paket, sementara perusahaan dapat mengidentifikasi hambatan operasional lebih awal. Sistem ini juga dapat mempelajari pola pengiriman dari waktu ke waktu untuk memberikan rekomendasi strategis, seperti distribusi ulang kendaraan ke area dengan permintaan tinggi atau pengelompokan pengiriman untuk mengurangi jarak tempuh.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Penggunaan kendaraan listrik (electric vehicles\/EV)<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Penggunaan kendaraan listrik (electric vehicles\/EV) dalam <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">last-mile delivery<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> menjadi salah satu inovasi utama untuk mengatasi masalah sustainability dari meningkatnya permintaan last mile delivery. Kendaraan listrik menawarkan solusi ramah lingkungan dengan mengurangi emisi karbon secara signifikan dibandingkan kendaraan berbahan bakar fosil.Dalam konteks operasional, kendaraan listrik juga dapat mengurangi biaya bahan bakar dan perawatan karena secara umum memiliki desain yang lebih sederhana dan efisien. Selain itu, berbagai kebijakan insentif, seperti akses ke jalur <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">high-occupancy vehicle<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> (HOV) di beberapa kota atau pembebasan dari pajak emisi, memberikan keuntungan kompetitif bagi perusahaan logistik yang menggunakan EV.Namun, dalam pengaplikasiannya, berbagai\u00a0 tantangan seperti jarak tempuh terbatas dan kebutuhan infrastruktur pengisian daya masih perlu diatasi untuk meningkatkan efektivitas [6].<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400\">Crowdshipping<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400\">Crowdshipping<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> memiliki konsep yang mirip dengan\u00a0 model ekonomi berbagi (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">sharing economy<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">), di mana masyarakat umum\u00a0 yang sedang melakukan perjalanan dapat mengirimkan barang ke tujuan yang sejalan dengan rute mereka [7]. Dalam pengaplikasiannya, platform digital berbasis aplikasi dibutuhkan agar perusahaan dapat menghubungkan pengirim dengan individu yang bersedia menjadi kurir, sehingga menciptakan sistem pengiriman yang lebih fleksibel dan hemat biaya. Inovasi ini menawarkan beberapa keunggulan. Pertama, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">crowdshipping<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> mengurangi ketergantungan pada armada pengiriman tradisional, sehingga mengurangi emisi karbon dan kepadatan lalu lintas di perkotaan. Kedua, fleksibilitasnya memungkinkan barang dikirim lebih cepat, terutama di wilayah dengan permintaan tinggi atau akses sulit. Ketiga, pendekatan ini membuka peluang penghasilan tambahan bagi masyarakat umum yang terlibat. Namun, ada tantangan yang perlu diatasi, seperti memastikan keamanan barang, keandalan kurir, dan pengelolaan logistik dalam skala besar. Untuk itu, teknologi seperti pelacakan berbasis GPS, verifikasi identitas, dan sistem ulasan pelanggan dapat diterapkan untuk meningkatkan transparansi dan kepercayaan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Referensi<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">[1] Negara, D. J. K. (n.d.). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Memanfaatkan E-Commerce Dengan Benar<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. <\/span><a href=\"https:\/\/www.djkn.kemenkeu.go.id\/kpknl-palembang\/baca-artikel\/15814\/Memanfaatkan-E-Commerce-Dengan-Benar.html\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/www.djkn.kemenkeu.go.id\/kpknl-palembang\/baca-artikel\/15814\/Memanfaatkan-E-Commerce-Dengan-Benar.html<\/span><\/a><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">[2] <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Deliveree Indonesia<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. (2019, May 9). https:\/\/www.deliveree.com\/id. <\/span><a href=\"https:\/\/www.deliveree.com\/id\/ekspedisi\/last-mile-delivery-pengalaman-pelanggan\/\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/www.deliveree.com\/id\/ekspedisi\/last-mile-delivery-pengalaman-pelanggan\/<\/span><\/a><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">[3] Boysen, N., Fedtke, S., &amp; Schwerdfeger, S. (2020). Last-mile delivery concepts: a survey from an operational research perspective. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">OR Spectrum<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">43<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">(1), 1\u201358. <\/span><a href=\"https:\/\/doi.org\/10.1007\/s00291-020-00607-8\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/doi.org\/10.1007\/s00291-020-00607-8<\/span><\/a><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">[4] Kiba-Janiak, M., Marcinkowski, J., Jagoda, A., &amp; Skowro\u0144ska, A. (2021). Sustainable last mile delivery on e-commerce market in cities from the perspective of various stakeholders. Literature review. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Sustainable Cities and Society<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">71<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, 102984. <\/span><a href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/j.scs.2021.102984\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/doi.org\/10.1016\/j.scs.2021.102984<\/span><\/a><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">[5] Jucha, P. (2021). Use of artificial intelligence in last mile delivery. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">SHS Web of Conferences<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">92<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, 04011. <\/span><a href=\"https:\/\/doi.org\/10.1051\/shsconf\/20219204011\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/doi.org\/10.1051\/shsconf\/20219204011<\/span><\/a><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">[6] Patella, S. M., Grazieschi, G., Gatta, V., Marcucci, E., &amp; Carrese, S. (2020). The Adoption of Green Vehicles in Last Mile Logistics: A Systematic review. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Sustainability<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">13<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">(1), 6. <\/span><a href=\"https:\/\/doi.org\/10.3390\/su13010006\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/doi.org\/10.3390\/su13010006<\/span><\/a><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">[7] Castillo, V. E., Bell, J. E., Mollenkopf, D. A., &amp; Stank, T. P. (2021). Hybrid last mile delivery fleets with crowdsourcing: A systems view of managing the cost\u2010service trade\u2010off. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Journal of Business Logistics<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">43<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">(1), 36\u201361. <\/span><a href=\"https:\/\/doi.org\/10.1111\/jbl.12288\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/doi.org\/10.1111\/jbl.12288<\/span><\/a><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">[8] <\/span>https:\/\/www.pexels.com\/photo\/delivery-man-carrying-a-package-6169186\/<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Seiring dengan perkembangan teknologi, Electronic Commerce\/E-Commerce (segala kegiatan jual beli atau transaksi yang dilakukan menggunakan sarana media elektronik\/internet) [1] kian diminati masyarakat Indonesia sebagai solusi praktis pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Tidak hanya menawarkan kemudahan dalam akses ke berbagai pilihan produk, E-Commerce juga memberikan serangkaian pilihan metode pengiriman yang dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan para pengguna. Salah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":705,"featured_media":296,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-354","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-article"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/online.binus.ac.id\/industrial-engineering\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/354","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/online.binus.ac.id\/industrial-engineering\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/online.binus.ac.id\/industrial-engineering\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/online.binus.ac.id\/industrial-engineering\/wp-json\/wp\/v2\/users\/705"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/online.binus.ac.id\/industrial-engineering\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=354"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/online.binus.ac.id\/industrial-engineering\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/354\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":358,"href":"https:\/\/online.binus.ac.id\/industrial-engineering\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/354\/revisions\/358"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/online.binus.ac.id\/industrial-engineering\/wp-json\/wp\/v2\/media\/296"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/online.binus.ac.id\/industrial-engineering\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=354"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/online.binus.ac.id\/industrial-engineering\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=354"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/online.binus.ac.id\/industrial-engineering\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=354"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}