{"id":551,"date":"2025-09-15T11:16:42","date_gmt":"2025-09-15T04:16:42","guid":{"rendered":"https:\/\/online.binus.ac.id\/industrial-engineering\/?p=551"},"modified":"2025-07-18T10:06:02","modified_gmt":"2025-07-18T03:06:02","slug":"integrasi-net-zero-emissions-pada-proses-rantai-pasok","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/online.binus.ac.id\/industrial-engineering\/2025\/09\/15\/integrasi-net-zero-emissions-pada-proses-rantai-pasok\/","title":{"rendered":"Integrasi Net Zero Emissions pada Proses Rantai Pasok"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\" wp-image-557 aligncenter\" src=\"https:\/\/online.binus.ac.id\/industrial-engineering\/wp-content\/uploads\/sites\/7\/2025\/06\/Artikel-5-Indah-300x200.jpg\" alt=\"\" width=\"365\" height=\"243\" srcset=\"https:\/\/online.binus.ac.id\/industrial-engineering\/wp-content\/uploads\/sites\/7\/2025\/06\/Artikel-5-Indah-300x200.jpg 300w, https:\/\/online.binus.ac.id\/industrial-engineering\/wp-content\/uploads\/sites\/7\/2025\/06\/Artikel-5-Indah-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/online.binus.ac.id\/industrial-engineering\/wp-content\/uploads\/sites\/7\/2025\/06\/Artikel-5-Indah-768x512.jpg 768w, https:\/\/online.binus.ac.id\/industrial-engineering\/wp-content\/uploads\/sites\/7\/2025\/06\/Artikel-5-Indah-1536x1024.jpg 1536w, https:\/\/online.binus.ac.id\/industrial-engineering\/wp-content\/uploads\/sites\/7\/2025\/06\/Artikel-5-Indah-2048x1365.jpg 2048w, https:\/\/online.binus.ac.id\/industrial-engineering\/wp-content\/uploads\/sites\/7\/2025\/06\/Artikel-5-Indah-480x320.jpg 480w, https:\/\/online.binus.ac.id\/industrial-engineering\/wp-content\/uploads\/sites\/7\/2025\/06\/Artikel-5-Indah-scaled.jpg 1920w\" sizes=\"auto, (max-width: 365px) 100vw, 365px\" \/>Net zero emissions<\/span> <span style=\"font-weight: 400\">merupakan salah satu priotitas strategis dalam proses rantai pasok (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">supply chain<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">) sebagai upaya global penekanan laju perubahan iklim. Rantai pasok merupakan proses yang mencakup semua tahapan\u00a0 dalam produksi dan distribusi barang, mulai dari pengadaan bahan baku hingga pengiriman produk akhir kepada konsumen. Setiap tahap dalam proses rantai pasok turut berkontribusi terhadap emisi gas rumah kaca, sehingga penting untuk memahami dampak dari setiap proses yang ada.\u00a0 Transisi menuju <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">net zero emmisons<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> menuntut adanya tranformasi menyeluruh di berbagai sektor, mulai dari sektor logistik, manufaktur, hingga agrikultur, disertai dengan tantangan dan strategi yang beragam dalam upaya perwujutannya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Berbeda dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">carbon neutrality<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, yang lebih menekankan kompensasi emisi melalui <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">offset<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> tanpa adanya perubahan signifikan pada proses inti, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">net zero emmisons <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">menuntut pengurangan emisi gas rumah kaca hingga nol bersih melalui kombinasi pengurangan langsung dan penyerapan karbon (Chen et al., 2024). Implementasi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">net zero<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> dalam rantai pasok memerlukan perubahan sistemik, seperti optimalisasi logistik, penggunaan energi terbarukan, serta pengembangan material ramah lingkungan (Mishra et al., 2023).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Tantangan Net Zero Emmisions pada Proses Rantai Pasok<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Salah satu tantangan utama dalam proses implementasi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">net zero<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> dalam rantai pasok adalah kompleksitas pengukuran emisi. Studi pada industri manufaktur menunjukkan bahwa sekitar 68% emisi global berasal dari rantai pasok, khususnya dari transportasi jarak jauh dan proses produksi intensif energi (Mishra et al., 2023). Di dalam proses rantai pasok, sebagian besar emisi gas rumah kaca tersebar di berbagai tahap, mulai dari tahap produksi, transportasi, hingga distribusi. Penyebaran tersebut\u00a0 membuat\u00a0 pengukuran emisi gas rumah kaca pada rantai pasok melibatkan banyak pemangku kepentingan dalam prosesnya(Chen et al., 2024). Perbedaan prioritas dan regulasi antar benua dapat memperlambat adopsi dari teknologi rendah karbon yang dibutuhkan dalam implementasi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">net zero emission.<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">\u00a0 Teknologi terbarukan seperti <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">carbon capture<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, dan energi surya juga membutuhkan biaya investasi, yang masih menjadi kendala utama bagi banyak perusahaan dalam mengimplementasikan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">net zero emission<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Integrasi menuju <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">net zero emissions<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> pada rantai pasok<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Integrasi antara <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Life Cycle Assessment<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> (LCA), transformasi energi terbarukan, dan penerapan model ekonomi sirkular. LCA dapat digunakan sebagai salah satu strategi mengimplentasikan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">net zero<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> pada proses rantai pasok. LCA mampu membantu perusahaan memetakan jejak karbon produk dari hulu ke hilir, sehingga perusahaan dapat secara spesifik menargetkan pengurangan emisi (Chen et al., 2024). Proses pengadopsian energi surya untuk pendinginan yang diterapkan pada perusahaan garmen dan industri susu berhasil menurunkan emisi operasional hingga 25% (Malliaroudaki et al., 2022). Di sektor karet, penggunaan panel surya dan biogas telah menggantikan sebagian besar kebutuhan energi fosil, sementara peternakan di Eropa memanfaatkan limbah organik untuk produksi biogas (Malliaroudaki et al., 2022).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Salah satu contoh integrasi ekonomi sirkular adalah proses daur ulang limbah menjadi material kontruksi. Pada industri ban, limbah karet di daur ulang menjadi material kontruksi sehingga mengurangi emisi dari pembuangan akhir (Mishra et al., 2023). Karet sintetis berbasis biofuel untuk mengurangi deforestasi dan emisi, sedangkan peternakan susu di Inggris memanfaatkan IoT untuk mengoptimalkan rantai dingin dan mengubah limbah menjadi energi (Malliaroudaki et al., 2022).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Transformasi menuju <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">net zero emission<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> dalam rantai pasok dapat diraih tanpa mengorbankan daya saing ekonomi dengan adanya sinergi teknologi, kebijakan, dan kolaborasi lintas sektor. Inovasi berkelanjutan, seperti pelacakan emisi real-time dengan integrasi teknologi digital berupa AI dan blockchain, serta ragulasi lanjutan karbon di Tingkat global, juga dapat menjadi salah satu focus utama pengembangan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">net zero emission <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">dalam proses rantai pasok. Platform kolaboratif digital seperti EcoVadis kini digunakan secara luas untuk memantau kinerja keberlanjutan pemasok secara real-time (Chen et al., 2024).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Resources:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Chen, G., Lim, M. K., Yeo, W., &amp; Tseng, M. L. (2024). Net zero vs. carbon neutrality: supply chain management challenges and future research agenda.\u00a0<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">International Journal of Logistics Research and Applications<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, 1-36.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Mishra, R., Singh, R., &amp; Govindan, K. (2023). Net-zero economy research in the field of supply chain management: a systematic literature review and future research agenda.\u00a0<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">The International Journal of Logistics Management<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">,\u00a0<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">34<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">(5), 1352-1397.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Malliaroudaki, M. I., Watson, N. J., Ferrari, R., Nchari, L. N., &amp; Gomes, R. L. (2022). Energy management for a net zero dairy supply chain under climate change.\u00a0<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Trends in Food Science &amp; Technology<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">,\u00a0<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">126<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, 153-167.<\/span><\/li>\n<li>https:\/\/www.freepik.com\/free-vector\/circular-economy-concept-illustration_61403493.htm#fromView=keyword&amp;page=1&amp;position=0&amp;uuid=8ac0b6f4-2362-4b7f-b315-28cbc1b534f3&amp;query=Green+Supply+Chain<\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Net zero emissions merupakan salah satu priotitas strategis dalam proses rantai pasok (supply chain) sebagai upaya global penekanan laju perubahan iklim. Rantai pasok merupakan proses yang mencakup semua tahapan\u00a0 dalam produksi dan distribusi barang, mulai dari pengadaan bahan baku hingga pengiriman produk akhir kepada konsumen. Setiap tahap dalam proses rantai pasok turut berkontribusi terhadap emisi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":705,"featured_media":557,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-551","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-article"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/online.binus.ac.id\/industrial-engineering\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/551","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/online.binus.ac.id\/industrial-engineering\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/online.binus.ac.id\/industrial-engineering\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/online.binus.ac.id\/industrial-engineering\/wp-json\/wp\/v2\/users\/705"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/online.binus.ac.id\/industrial-engineering\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=551"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/online.binus.ac.id\/industrial-engineering\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/551\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":558,"href":"https:\/\/online.binus.ac.id\/industrial-engineering\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/551\/revisions\/558"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/online.binus.ac.id\/industrial-engineering\/wp-json\/wp\/v2\/media\/557"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/online.binus.ac.id\/industrial-engineering\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=551"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/online.binus.ac.id\/industrial-engineering\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=551"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/online.binus.ac.id\/industrial-engineering\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=551"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}