{"id":937,"date":"2026-05-18T02:32:29","date_gmt":"2026-05-18T02:32:29","guid":{"rendered":"https:\/\/online.binus.ac.id\/information-systems\/?p=937"},"modified":"2026-05-22T02:41:34","modified_gmt":"2026-05-22T02:41:34","slug":"analisis-komparatif-desain-kuesioner-dan-observasi-langsung-dalam-pengumpulan-data-riset-teknologi-pendidikan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/online.binus.ac.id\/information-systems\/2026\/05\/18\/analisis-komparatif-desain-kuesioner-dan-observasi-langsung-dalam-pengumpulan-data-riset-teknologi-pendidikan\/","title":{"rendered":"Analisis Komparatif Desain Kuesioner dan Observasi Langsung dalam Pengumpulan Data Riset Teknologi Pendidikan"},"content":{"rendered":"<p>Senin, 18 May 2026.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span data-contrast=\"auto\">Kevalidan kesimpulan sebuah riset empiris di bidang teknologi pendidikan sangat bergantung pada ketepatan pemilihan instrumen pengumpulan data. Dua metode yang paling sering digunakan oleh peneliti adalah penyebaran kuesioner berskala Likert dan pelaksanaan observasi langsung terhadap perilaku pengguna platform pembelajaran digital. Kuesioner menawarkan keunggulan dalam hal efisiensi waktu, jangkauan sampel yang luas, serta kemudahan konversi data menjadi angka kuantitatif yang siap diolah secara statistik.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span data-contrast=\"auto\">Namun, instrumen mandiri (<\/span><i><span data-contrast=\"auto\">self- eported<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">) ini memiliki kelemahan inheren berupa risiko subjektivitas tinggi dan potensi bias jawaban yang tidak mencerminkan realitas penggunaan aplikasi yang sebenarnya. <\/span><span data-contrast=\"auto\">Guna\u00a0melengkapi\u00a0keterbatasan\u00a0tersebut,\u00a0implementasi\u00a0teknik\u00a0observasi\u00a0langsung\u00a0bertindak\u00a0sebagai\u00a0instrumen\u00a0konfirmasi\u00a0yang\u00a0krusial\u00a0bagi\u00a0peneliti\u00a0sistem\u00a0informasi\u00a0pendidikan.\u00a0Melalui\u00a0observasi,\u00a0baik\u00a0secara\u00a0luring di\u00a0kelas\u00a0maupun\u00a0memanfaatkan\u00a0rekaman\u00a0interaksi\u00a0log\u00a0sistem\u00a0(<\/span><i><span data-contrast=\"auto\">user log sessions<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">), peneliti dapat merekam kendala teknis (frustrasi pengguna, kebingungan navigasi antarmuka) yang sering kali luput atau tidak disadari oleh responden saat mengisi kuesioner. Meskipun demikian, observasi langsung menuntut alokasi waktu yang intensif, rentan terhadap bias interpretasi subjektif pengamat, serta memiliki keterbatasan dalam menjangkau populasi sampel berskala besar dalam waktu yang bersamaan. Bila ditinjau dari perspektif analisis data, data kuesioner cenderung menghasilkan potret makro yang statis mengenai kepuasan atau persepsi kegunaan platform (<\/span><i><span data-contrast=\"auto\">perceived usefulness<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">). Angka yang diperoleh melalui instrumen ini mempermudah dilakukannya uji validitas, reliabilitas, dan regresi linier demi membuktikan hipotesis teoretis riset. Sebaliknya, metode observasi langsung menyajikan data mikro yang dinamis, menangkap anomali perilaku non-verbal, kepatuhan prosedural mahasiswa, serta gangguan eksternal lingkungan ruang kelas hibrida yang tidak dapat diwakili oleh angka-angka pilihan ganda.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span data-contrast=\"auto\">Ketepatan penentuan instrumen ini juga berimbas pada rekomendasi desain akhir sistem informasi edukasi yang diteliti. Data kuesioner yang dangkal sering kali hanya menghasilkan kesimpulan umum seperti &#8220;aplikasi ini membingungkan&#8221;, tanpa arah perbaikan konkret. Melalui rekaman observasi terstruktur, tim peneliti dapat melacak titik koordinat navigasi yang membingungkan tersebut secara spasial (misal: tombol submisi tugas yang terlalu kecil atau posisi menu tersembunyi). Kombinasi informasi inilah yang memberikan nilai praktis tinggi bagi tim rekayasa antarmuka perangkat lunak dalam siklus pengembangan selanjutnya.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span data-contrast=\"auto\">Melalui\u00a0pemahaman\u00a0karakteristik\u00a0mendalam\u00a0dari\u00a0kedua\u00a0instrumen\u00a0tersebut,\u00a0riset\u00a0kontemporer\u00a0disarankan\u00a0menerapkan\u00a0pendekatan\u00a0triangulasi\u00a0data\u00a0atau\u00a0<\/span><i><span data-contrast=\"auto\">mixed-methods<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">. Menggabungkan data kuantitatif dari kuesioner tervalidasi dengan data kualitatif naratif hasil observasi langsung terbukti mampu memberikan potret evaluasi sistem pembelajaran yang jauh lebih komprehensif dan objektif. Kombinasi metodologis ini tidak hanya meningkatkan derajat validitas internal riset, melainkan juga membekali tim pengembang sistem perangkat lunak pendidikan dengan landasan data empiris yang kaya untuk mengeksekusi iterasi perbaikan antarmuka pengguna secara presisi.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6}\">\u00a0<\/span><em><b>Referensi<\/b><\/em><\/p>\n<ol>\n<li><span data-contrast=\"auto\">J. W. Creswell and J. D. Creswell,\u00a0<\/span><i><span data-contrast=\"auto\">Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">, 5th ed. Thousand Oaks: SAGE Publications, 2018.\u00a0<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6}\">\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span data-contrast=\"auto\">L. Cohen, L. Manion, and K. Morrison,\u00a0<\/span><i><span data-contrast=\"auto\">Research Methods in Education<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">, 8th ed. London: Routledge, 2018.\u00a0<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6}\">\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span data-contrast=\"auto\">J. Nielsen,\u00a0<\/span><i><span data-contrast=\"auto\">Usability Engineering<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">. Boston: AP Professional, 1993<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6}\">\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ol>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Senin, 18 May 2026. Kevalidan kesimpulan sebuah riset empiris di bidang teknologi pendidikan sangat bergantung pada ketepatan pemilihan instrumen pengumpulan data. Dua metode yang paling sering digunakan oleh peneliti adalah penyebaran kuesioner berskala Likert dan pelaksanaan observasi langsung terhadap perilaku pengguna platform pembelajaran digital. Kuesioner menawarkan keunggulan dalam hal efisiensi waktu, jangkauan sampel yang luas, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":703,"featured_media":938,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[64],"class_list":["post-937","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-article","tag-metodepenelitian-risetmetodologi-binusonline-informationsystems-sisteminformasi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/online.binus.ac.id\/information-systems\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/937","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/online.binus.ac.id\/information-systems\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/online.binus.ac.id\/information-systems\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/online.binus.ac.id\/information-systems\/wp-json\/wp\/v2\/users\/703"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/online.binus.ac.id\/information-systems\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=937"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/online.binus.ac.id\/information-systems\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/937\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":939,"href":"https:\/\/online.binus.ac.id\/information-systems\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/937\/revisions\/939"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/online.binus.ac.id\/information-systems\/wp-json\/wp\/v2\/media\/938"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/online.binus.ac.id\/information-systems\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=937"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/online.binus.ac.id\/information-systems\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=937"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/online.binus.ac.id\/information-systems\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=937"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}