
MENJAWAB TANTANGAN ERA DIGITAL DENGAN ETIKA BERTEKNOLOGI DAN PENINGKATAN KETERAMPILAN DIRI BERSAMA TEDX BINUS UNIVERSITY

Tangerang, 25 September 2026 – Sejak bangun tidur hingga memulai aktivitas harian, berapa kali kita sudah membuka smartphone? Tanpa disadari, hampir seluruh lini kehidupan modern hari ini berlangsung secara digital. Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), perubahan lanskap kerja, hingga pesatnya arus informasi menghadirkan kemudahan luar biasa. Namun, pertanyaan penting bagi generasi muda saat ini bukan lagi sekadar “Apakah kita bisa menggunakan teknologi?”, melainkan “Apakah kita cukup bijak dalam menggunakannya?” Menjadi generasi digital bukan hanya tentang seberapa cepat kita mengadopsi teknologi, tetapi juga tentang bagaimana kita memanfaatkannya untuk tujuan positif dan menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat.
Menjawab tantangan tersebut, TEDx BINUS University 2026 yang diselenggarakan oleh BINUS Online dan didukung oleh BINUSTV hadir mengangkat tema “Growing Up Digital: Living Smart in the Online World”. Kegiatan ini menjadi ruang diskusi interaktif untuk membekali para siswa SMA/K, mahasiswa, hingga akademisi agar tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki karakter, integritas, kemampuan critical thinking, serta adaptabilitas di era yang terus berubah.
“Pendidikan harus mempersiapkan generasi muda bukan hanya untuk menghadapi dunia hari ini, tetapi juga untuk dunia yang akan terus berubah,” ujar Prof. Dr. Engkos Achmad Kuncoro, S.E., M.M., Vice Rector Academic Development BINUS University, dalam pembukaan TEDx BINUS University 2026. Pesan tersebut relevan di tengah perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), perubahan lanskap kerja, dan pesatnya arus informasi. Bagi generasi muda, kemampuan menggunakan teknologi perlu disertai kebijaksanaan untuk memanfaatkannya demi tujuan positif dan dampak nyata bagi masyarakat

Jejak Digital Tidak Pernah Lupa, Pentingnya Etika Sebelum Mengunggah Konten
Teknologi smartphone memberi kemudahan bagi siapa saja untuk meraih popularitas dalam hitungan detik. Namun, Diaz Permana (Executive Team ISACA Indonesia & Team Leader AI Governance PT Bank Rakyat Indonesia) mengingatkan bahwa jejak digital bertahan selamanya. Reputasi yang dibangun bertahun-tahun dapat hancur seketika hanya karena satu unggahan yang tidak bijak di tengah maraknya isu kerahasiaan data pribadi, keamanan reputasi, dan ancaman deepfake AI.
Untuk itu, Diaz membagikan panduan prinsip THINK (True, Helpful, Inspiring, Necessary, Kind) sebelum menekan tombol post atau share. “Jejak digital itu membuka reputasi, baik itu baik maupun buruk,” tegas Diaz. Sebelum mengunggah sesuatu, tanyakan pada diri sendiri apakah kita di masa depan akan berterima kasih atas apa yang kita bagikan hari ini.
Rasa Ingin Tahu Generasi Muda Perlu Dirawat dengan Berpikir Kritis
Selain etika digital, cara mengolah informasi juga menjadi perhatian mendasar. Yulius Denny Prabowo (Online Lecturer, Computer Science Department BINUS Online) memaparkan fenomena penurunan rasa ingin tahu (curiosity) seiring bertambahnya usia dari 90% pada anak usia 5 tahun menjadi hanya 2% saat mencapai usia 25 tahun. Di era algoritma dan attention hook, otak manusia cenderung mencari jawaban instan tanpa berpikir kritis.
Yulius mengingatkan agar Gen Z tetap mengeksplorasi dunia digital tanpa kehilangan daya kritis (stay curious, stay critical). “Saya tidak pernah takut AI mengalahkan manusia, tetapi saya takut manusia berpikir seperti AI yang mengutarakan sesuatu tanpa kesadaran dan kejelasan,” terangnya.
Dunia Digital Melahirkan Pekerjaan Baru yang Membutuhkan Kesengajaan Upskilling
Perkembangan teknologi tidak hanya mengubah cara berkomunikasi, tetapi juga melahirkan profesi dan kompetensi baru di dunia kerja. Nita Felia Pambudi (Chief Operating Officer, GreatNusa) menegaskan bahwa tumbuh menjadi versi yang lebih baik memerlukan usaha yang disengaja (grow with intention). Kunci keberhasilan di masa depan terletak pada kerendahan hati (humility), daya tahan (survival), dan kemauan untuk terus mengasah keterampilan.
Melalui pola Mimpi Intention Prepare Opportunity, Nita merekomendasikan empat langkah upskilling. Learn (pelajari 1 keterampilan relevan), Try (buat proyek kecil), Connect (cari mentor/komunitas), dan Reflect (evaluasi perkembangan). “Hidup cuma sekali, jangan cuma lewat. Buat dirimu bertumbuh dan buat orang lain ikut bertumbuh bersamamu,” pesan Nita.
Ruang Kelas Telah Menembus Dinding Kampus dan Belajar Menjadi Proses Seumur Hidup
Dunia pendidikan tinggi kini mengalami pergeseran paradigma. Randy Hadipoespito selaku BINUS Online Management Representative, menjelaskan bahwa proses pembelajaran tidak lagi terbatas pada dinding ruang kelas (learning beyond walls). Saat ini, sekitar 70% pembelajar global beralih ke metode online atau hybrid, di mana 85% lulusan program online di Indonesia terbukti berhasil meningkatkan prospek karier mereka.
Dalam memilih ekosistem pendidikan, Randy Hadipoespito menekankan pentingnya mengevaluasi kriteria 6C (Credential, Curriculum, Classroom, Community, Career, dan Convenience). Beliau menegaskan bahwa belajar kini dapat dilakukan dari mana saja dan kapan saja, di mana pendidikan bukan lagi sekadar destinasi empat tahun, melainkan proses belajar seumur hidup (lifelong learning).
Menegaskan pesan penting bagi generasi muda dalam memenangi masa depan digital, acara ini menekankan tiga prinsip utama bagi para peserta:
“Be curious: Ajukan pertanyaan. Be critical: Lihat sesuatu dari berbagai perspektif. Be open: Temukan ide-ide baru.” — Prof. Dr. Ir. Harjanto Prabowo, M.M. (Prof. Kun), Vice President of BINUS Higher Education & Direktur BINUS Online.
Rangkaian sesi TEDx BINUS University 2026 menjadi pengingat bahwa di era yang serba cepat ini, kemampuan untuk terus belajar tanpa mengorbankan mobilitas adalah kunci utama. Kebutuhan akan ruang belajar yang adaptif kini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan jembatan penting bagi siapa saja yang ingin menyelaraskan pengembangan diri, kesibukan karier, dan peningkatan kualifikasi pendidikan akademis.
Hadirnya model perkuliahan berbasis digital dengan skema 100% online memberi kesempatan luas bagi para profesional muda maupun lulusan sekolah menengah untuk tetap bertumbuh secara fleksibel. Melalui akses kurikulum berstandar industri dan jaringan ekosistem pembelajaran yang inklusif, setiap individu kini dapat terus mengasah potensi diri kapan saja dan dari mana saja. Temukan berbagai inspirasi dan ruang tumbuh untuk akselerasi masa depan Anda dengan mengunjungi informasi selengkapnya di online.binus.ac.id.
