Desa Wisata Hanjeli, Kecamatan Waluran, Kabupaten Sukabumi, menjadi ruang kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Kolaborasi ke-8 yang berlangsung pada 4–5 September 2026. Kegiatan yang diselenggarakan Universitas Persada Indonesia Y.A.I bersama Yayasan Rumah Hanjeli Indonesia tersebut mempertemukan 103 dosen dari 46 perguruan tinggi dari berbagai wilayah Indonesia. BINUS University turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut melalui keterlibatan sejumlah dosen dari lingkungan BINUS University Online, termasuk bidang Management, Accounting, dan Information Systems. Kehadiran lintas bidang ini menjadi bagian penting dalam mempertemukan perspektif akademik dengan kebutuhan nyata masyarakat desa, khususnya dalam pengembangan usaha, pengelolaan layanan, pemanfaatan teknologi, serta penguatan potensi ekonomi lokal. Bagi BINUS University, keterlibatan dalam kegiatan ini menjadi momentum untuk membawa perspektif business, digital technology, dan information systems ke dalam konteks pemberdayaan masyarakat. Pendekatan tersebut relevan dengan karakter Desa Wisata Hanjeli yang tidak hanya mengandalkan aktivitas pariwisata, tetapi juga mengembangkan produk pangan lokal, UMKM, homestay, Pokdarwis, pertanian hanjeli, hingga berbagai aktivitas edukasi masyarakat. Pemerintah melalui platform resmi desa wisata mencatat Hanjeli sebagai desa eduwisata yang menjadikan pangan lokal hanjeli sebagai daya tarik utama, dengan berbagai aktivitas mulai dari panen, pengolahan pangan, hingga produk kerajinan dan kuliner. Desa ini juga pernah masuk dalam 50 Besar Anugerah Desa Wisata Indonesia 2022.

Dalam forum kolaboratif tersebut, para akademisi tidak ditempatkan semata-mata sebagai pemberi materi. Pola kegiatan dibangun melalui dialog dengan masyarakat dan para penggerak desa untuk memahami persoalan serta kebutuhan yang dihadapi secara langsung. Mitra yang terlibat mencakup pelaku UMKM, pengelola homestay, Pokdarwis, pengusaha produk hanjeli, Gapoktan, guru PAUD dan TK, kader Posyandu, Puskesmas, hingga komunitas Bank Sampah. Dalam konteks kontribusi BINUS University, pendekatan tersebut membuka ruang bagi penerapan perspektif digital business dan information systems dalam melihat bagaimana potensi lokal dapat dikembangkan secara lebih terintegrasi. Pengembangan UMKM, misalnya, tidak hanya berkaitan dengan produk, tetapi juga bagaimana produk dikenalkan kepada pasar, bagaimana informasi dikelola, bagaimana interaksi dengan pelanggan dibangun, dan bagaimana teknologi dapat mendukung pengambilan keputusan bisnis.

Keterlibatan dosen dari bidang Information Systems juga memberikan perspektif bahwa transformasi digital di tingkat desa tidak harus dimulai dari sistem yang kompleks. Digitalisasi dapat berkembang dari kebutuhan yang konkret, seperti pengelolaan informasi produk, pemasaran digital, dokumentasi aktivitas wisata, pengelolaan pelanggan, hingga integrasi data yang dapat membantu pengelola memahami perkembangan usaha dan kunjungan wisatawan. Hal tersebut semakin relevan karena ekosistem Hanjeli sendiri memiliki berbagai produk dan layanan yang dapat dikembangkan secara terintegrasi. Produk seperti beras, bubur, rengginang, dodol, tepung, serta aksesori berbasis hanjeli telah menjadi bagian dari aktivitas ekonomi desa. Selain itu, desa juga menawarkan berbagai paket wisata dan fasilitas pendukung seperti homestay, kios suvenir, kuliner, dan ruang pertemuan.

Melalui keikutsertaan dalam kegiatan ini, BINUS University tidak hanya hadir sebagai institusi akademik, tetapi juga membawa semangat knowledge transfer yang aplikatif. Perspektif manajemen dapat membantu penguatan model usaha, bidang accounting dapat mendukung pemahaman pengelolaan keuangan, sementara information systems membuka peluang pemanfaatan teknologi dan data untuk mendukung pengelolaan ekosistem desa secara lebih efektif.

Kegiatan tersebut juga memperlihatkan bahwa pengembangan desa wisata membutuhkan pendekatan multidisiplin. Pemberdayaan tidak cukup hanya melalui promosi destinasi, tetapi perlu menyentuh business model, digitalization, human capability, customer experience, data management, dan sustainability. Dengan demikian, kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dapat menghasilkan solusi yang lebih kontekstual dan berkelanjutan.

Bagi BINUS University, partisipasi dalam PkM Kolaborasi di Desa Wisata Hanjeli menjadi bagian dari komitmen untuk menghadirkan ilmu pengetahuan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat sekaligus memperluas ruang pembelajaran bagi para dosen. Desa tidak hanya menjadi lokasi pengabdian, tetapi juga menjadi ruang belajar nyata untuk memahami bagaimana ilmu manajemen dan teknologi dapat diterapkan dalam ekosistem ekonomi lokal.

Kolaborasi 46 perguruan tinggi tersebut pada akhirnya menunjukkan bahwa transformasi masyarakat dapat dibangun melalui pertemuan antara pengetahuan akademik, teknologi, potensi ekonomi lokal, dan kearifan masyarakat. Di tengah berkembangnya ekonomi digital, pengalaman Hanjeli memberikan pesan bahwa transformasi tidak selalu harus dimulai dari kota besar. Ia dapat dimulai dari desa, dari potensi yang sudah dimiliki, kemudian diperkuat melalui kolaborasi yang tepat.