Bekasi, 8 Oktober 2026 — Melanjutkan pendidikan, memasuki dunia kerja, atau membangun usaha sendiri merupakan pilihan yang kerap dihadapi siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menjelang kelulusan. Untuk membantu siswa melihat peluang masa depan secara lebih luas, BINUS Online menghadirkan sesi edukatif bertema “Tamat SMK: Lanjut Kuliah, Kerja, atau Wirausaha?” dalam kunjungan ke SMKS Ananda Bekasi pada Kamis, 8 Oktober 2026.

Kegiatan ini menghadirkan Christopher Joshua Leksana, S.M., M.M. sebagai pemateri utama, dengan Baghas Budi Wicaksono sebagai pemateri tambahan. Materi yang dibawakan mengajak siswa memahami berbagai jalur pengembangan diri setelah lulus SMK, sekaligus menyadari bahwa pendidikan, pengalaman kerja, dan kewirausahaan dapat saling melengkapi dalam membangun masa depan.

 

Tidak Harus Memilih Satu Jalan

Melalui tema “Masa depanmu tidak harus memilih satu jalan”, siswa diajak melihat bahwa tidak ada satu pilihan yang secara otomatis paling baik bagi semua orang. Bekerja memberikan pengalaman nyata, penghasilan, pemahaman budaya kerja, dan kesempatan membangun jaringan profesional. Sementara itu, kuliah dapat menjadi sarana untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, memecahkan masalah, memimpin tim, serta memahami bisnis secara lebih luas.

Di sisi lain, kewirausahaan membuka peluang bagi siswa untuk mengembangkan ide menjadi kegiatan bisnis yang menghasilkan nilai ekonomi. Namun, memiliki ide saja tidak cukup. Seorang wirausaha perlu memahami kebutuhan pelanggan, pemasaran, pengelolaan keuangan, operasional, teknologi, negosiasi, dan inovasi.

Pesan utama dari sesi ini adalah bahwa setiap pilihan memiliki peluang sekaligus risiko. Hal yang membedakan bukan semata-mata jalan yang dipilih, melainkan kesiapan untuk menyusun rencana, meningkatkan kompetensi, dan terus belajar.

Mengubah Keterampilan SMK Menjadi Peluang Bisnis

Salah satu poin penting yang dibahas adalah bagaimana keterampilan yang diperoleh selama menempuh pendidikan SMK dapat menjadi modal untuk memasuki dunia kerja maupun menciptakan peluang usaha.

Siswa bidang multimedia, misalnya, dapat mengembangkan keterampilannya menjadi layanan penyuntingan video, pembuatan konten, atau jasa digital. Siswa tata boga dapat merintis bisnis makanan, sementara siswa jurusan akuntansi dapat mengembangkan kompetensi dalam layanan administrasi dan dukungan keuangan. Demikian pula, keterampilan otomotif, pemasaran, fashion, dan bidang teknik dapat menjadi dasar untuk membangun layanan profesional maupun usaha mandiri.

Dengan demikian, jurusan SMK bukanlah batas masa depan, melainkan titik awal untuk mengembangkan kompetensi yang memiliki nilai bagi masyarakat dan dunia usaha.

Materi ini juga menekankan pentingnya memahami aspek bisnis di balik sebuah produk atau jasa. Sebagai contoh, usaha makanan yang memiliki banyak pesanan belum tentu menghasilkan keuntungan apabila pemiliknya tidak menghitung harga pokok, biaya operasional, dan margin keuntungan secara tepat. Siswa diajak memahami bahwa keberhasilan bisnis tidak hanya diukur dari ramainya penjualan, tetapi juga dari kemampuan mengelola usaha secara berkelanjutan.

Mengintegrasikan Kuliah, Pengalaman Kerja, dan Kewirausahaan

Dalam sesi tersebut, siswa diperkenalkan pada gagasan bahwa pendidikan, pengalaman, jaringan profesional, dan pola pikir kewirausahaan dapat menjadi kombinasi penting dalam membangun karier. Ketiganya tidak selalu harus dijalani secara bersamaan dengan intensitas yang sama, tetapi dapat direncanakan secara bertahap sesuai kondisi, kemampuan, dan tujuan masing-masing.

Salah satu gambaran yang dibahas adalah perjalanan seorang lulusan SMK yang mulai bekerja, melanjutkan kuliah sambil bekerja, kemudian mengembangkan usaha kecil berdasarkan permasalahan yang ditemuinya di lingkungan profesional. Melalui pendekatan ini, pengetahuan akademik dapat diterapkan dalam situasi nyata, sedangkan pengalaman kerja dapat memperkaya proses pembelajaran.

Siswa juga diajak melakukan refleksi mengenai pilihan karier yang sesuai dengan tujuan mereka, mulai dari menjadi profesional, membangun bisnis sendiri, hingga menggabungkan aktivitas kuliah, kerja, dan usaha secara realistis.

BINUS Online dan Fleksibilitas Belajar bagi Generasi Muda

Sebagai bagian dari pembahasan mengenai alternatif pendidikan tinggi, sesi ini memperkenalkan BINUS Online, program pembelajaran jarak jauh BINUS University yang memungkinkan mahasiswa menjalani proses perkuliahan secara online melalui Learning Management System (LMS).

Melalui sistem pembelajaran tersebut, mahasiswa dapat mengakses materi, mengikuti diskusi, berpartisipasi dalam video conference, dan menjalani evaluasi pembelajaran. Model pembelajaran ini dapat menjadi salah satu pilihan bagi lulusan SMA/SMK yang ingin melanjutkan pendidikan sambil merencanakan aktivitas profesional atau kewirausahaan.

Program Business Management BINUS Online juga diperkenalkan sebagai pilihan bagi mereka yang ingin mempelajari berbagai aspek pengelolaan bisnis, termasuk pemasaran, keuangan, operasional, sumber daya manusia, bisnis digital, kewirausahaan, dan inovasi.

Meski menawarkan fleksibilitas, pembelajaran online tetap membutuhkan disiplin, pengelolaan waktu, dan komitmen untuk belajar secara konsisten. Fleksibilitas bukan berarti proses belajar menjadi tanpa tantangan, melainkan memberikan alternatif dalam mengatur proses pendidikan sesuai kebutuhan masing-masing mahasiswa.

Menyusun Langkah Nyata Setelah Lulus

Untuk menghubungkan materi dengan situasi yang mungkin dihadapi siswa, presentasi juga memuat sejumlah studi kasus interaktif. Kasus-kasus tersebut membahas dilema antara menerima pekerjaan atau melanjutkan kuliah, mengelola bisnis yang ramai tetapi belum menghasilkan keuntungan, memonetisasi keterampilan SMK, serta menjaga kedisiplinan ketika kuliah dan bekerja secara bersamaan.

Siswa turut diajak menyusun Personal Career Canvas dengan mengidentifikasi keterampilan yang mereka kuasai, bidang yang diminati, masalah yang ingin diselesaikan, kompetensi yang perlu dikembangkan, pengalaman yang ingin diperoleh, serta langkah pertama setelah lulus.

Sebagai panduan awal, materi memperkenalkan tantangan pengembangan diri selama tiga tahun: tahun pertama untuk membangun keterampilan, tahun kedua untuk memperoleh pengalaman nyata, dan tahun ketiga untuk meningkatkan nilai melalui portofolio, reputasi, serta jaringan profesional.

Pendekatan ini menegaskan bahwa kesiapan menghadapi dunia kerja tidak hanya bergantung pada ijazah atau pekerjaan pertama, tetapi juga pada kemampuan seseorang untuk terus mengembangkan kompetensi dan menunjukkan nilai yang dapat diberikan.

Masa Depan Dimulai dari Langkah Berikutnya

Kunjungan edukatif BINUS Online ke SMKS Ananda Bekasi membawa pesan bahwa siswa tidak harus mengetahui seluruh gambaran masa depan sejak sekarang. Hal yang lebih penting adalah memahami pilihan yang tersedia, mempertimbangkan risiko dan peluangnya, serta mulai mengambil langkah yang realistis.

Melalui sesi bersama Christopher Joshua Leksana, S.M., M.M. dan Baghas Budi Wicaksono, siswa diajak memandang kelulusan SMK bukan sebagai akhir dari proses belajar, melainkan awal perjalanan untuk mengembangkan potensi, memperoleh pengalaman, dan menciptakan nilai melalui keterampilan yang dimiliki.

Pada akhirnya, kuliah, kerja, dan kewirausahaan bukan sekadar tiga pilihan yang saling bersaing. Dengan perencanaan yang tepat, ketiganya dapat menjadi bagian dari perjalanan yang saling mendukung dalam membangun masa depan.

BINUS Online Business Management — Kuliah fleksibel, karier meningkat.

Informasi lebih lanjut mengenai program Business Management BINUS Online dapat diakses melalui website resmi BINUS Online Business Management.